Kediri – Penetapan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan tidak mengganggu pelayanan di Kantor Bea Cukai Kediri. Seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri, Arintoko Dwi Wiharto, mengatakan hingga saat ini operasional kantor tidak mengalami kendala meski kepala kantor telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
“Alhamdulillah untuk pelayanan di Kediri berjalan normal. Pelayanan tidak terpengaruh dengan penetapan beliau sebagai tersangka,” kata Arintoko saat ditemui, Kamis (23/7).
Arintoko menyebut, untuk sementara status Gatot Heroe Hernanda adalah cuti yang mulai berlaku sejak Senin (20/7). Sementara mengenai pengganti kepala kantor, pihaknya masih menunggu arahan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Saat ini masih dikomunikasikan dengan pimpinan kami di Kanwil. Kami menunggu instruksi dari pimpinan di Kanwil,” ujarnya.
Ia menegaskan belum ada informasi terkait penunjukan pelaksana tugas maupun pergantian kepala kantor secara definitif.
Menurut Arintoko, selama menjabat di Kediri, Gatot dikenal aktif memimpin dan rutin memberikan arahan kepada jajaran. Sebelum bertugas di Kediri, Gatot pernah menjabat di Direktorat Pengawasan dan Penyidikan Bea Cukai Pusat.
“Beliau mobilitasnya memang Kediri-Jakarta. Sebelumnya bertugas di Direktorat Pengawasan dan Penyidikan Bea Cukai Pusat. Selama di sini beliau bagus kinerjanya, humble, dan selalu briefing teman-teman,” ungkapnya.
Arintoko juga mengatakan selama lima bulan terakhir Gatot hampir setiap hari berkantor di Kediri. Terkait proses hukum yang dilakukan KPK, pihaknya mengaku belum menerima kedatangan penyidik ke Kantor Bea Cukai Kediri.
“Tidak ada pemeriksaan ataupun kegiatan dari KPK di kantor sini. Yang jelas pelayanan tetap berjalan normal,” tegasnya.
Sebelumnya, KPK menetapkan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka. Penetapan tersebut merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap terkait impor barang yang turut menjerat pemilik PT Blueray Cargo, John Field.
There is no ads to display, Please add some









