Kediri – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri mendorong semangat inklusivitas dalam persiapan Jambore Nasional XII. Salah satunya dengan mengupayakan keikutsertaan satu pleton peserta disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama mengikuti kegiatan tingkat nasional tersebut.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri Edy Herwiyanto mengatakan pihaknya telah meminta jajaran Kwarcab untuk berkoordinasi dengan Kwartir Daerah Jawa Timur terkait rencana tersebut. Menurutnya, Pramuka harus menjadi ruang yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak untuk berkembang.
“Saya kemarin meminta kepada Ketua Harian agar berkomunikasi dengan provinsi. Saya ingin menampilkan satu pleton disabilitas. Jadi mereka memiliki mimpi dan kesempatan yang sama,” ujarnya saat Training Camp Pemantapan Peserta Jambore Nasional XII di kawasan Air Terjun Irenggolo, Jumat (26/6).
Selain itu, Edy menjelaskan peserta yang mengikuti Jambore Nasional telah melalui proses seleksi sehingga setiap anggota memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Melalui training camp ini, para peserta dipersiapkan agar lebih matang secara mental, fisik, serta memiliki kesamaan persepsi sebelum berangkat ke Jambore Nasional.
“Kegiatan ini kami laksanakan agar peserta lebih siap secara mental, fisik, dan memiliki kesamaan persepsi sebelum mengikuti Jambore Nasional,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti Jambore Nasional sehingga mampu mengharumkan nama Kota Kediri. Bahkan, Pramuka Kota Kediri diharapkan dapat menjadi percontohan tidak hanya di tingkat Provinsi Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan wadah membentuk karakter generasi muda.
“Perlu diingat Jambore ini bukan hanya membangun tenda. Melainkan di sini tentang bagaimana cara membangun karakter yang baik,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










