BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Unik

Dari Sekolah Tionghoa hingga Kantor Kelurahan, Bangunan Tua Ini Simpan Jejak Sejarah Kota Kediri

redaksi by redaksi
Juni 17, 2026
in Unik
0
Jambore Ranting Pesantren, Pramuka Siap Jadi Pelopor Petani Milenial – Tangguh Bencana

Kediri – Di tengah ramainya kawasan perdagangan Kota Kediri, berdiri sebuah bangunan tua yang hingga kini masih difungsikan sebagai Kantor Kelurahan Pakelan. Sepintas bangunan itu tampak seperti gedung pemerintahan biasa. Namun di balik empat pilar besar yang menghiasi bagian depannya, tersimpan jejak sejarah panjang yang menjadi bagian dari perkembangan Kota Kediri sejak masa kolonial.

Bangunan yang berada di Jalan Kyai Mojo Nomor 41 tersebut memiliki karakter arsitektur Indis kolonial yang masih tampak kuat. Teras depan ditopang empat pilar bergaya Yunani, dinding bata berplester berwarna putih, pintu kayu model kupu tarung, serta deretan jendela dengan ornamen tympanum yang menjadi ciri bangunan era Hindia Belanda.

Staf Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri, Dwi Aris Setiawan, mengatakan keistimewaan bangunan ini justru terletak pada bentuk fisiknya yang masih mampu menunjukkan identitas arsitektur masa lampau.

“Kalau melihat dari sisi arsitekturnya, bangunan ini bergaya Indis kolonial. Pilar-pilar di bagian depan menunjukkan pengaruh arsitektur Yunani yang pada masa itu banyak diadopsi dalam pembangunan gedung-gedung penting,” ujar Dwi Aris Rabu (17/6).

Menurutnya, keberadaan empat pilar besar tersebut menjadi salah satu elemen yang paling menonjol. Dua pilar berdiri terpisah di bagian tengah, sementara dua lainnya menyatu dengan dinding bangunan.

Selain keunikan bentuknya, usia bangunan juga diperkirakan telah melampaui setengah abad. Namun hingga kini belum ditemukan dokumen yang secara pasti menjelaskan kapan bangunan tersebut didirikan.

“Kalau tahun pembangunannya secara pasti memang belum ditemukan. Tetapi dari gaya arsitekturnya dapat diperkirakan bangunan ini berasal dari masa kolonial, kemungkinan antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20,” jelasnya.

Meski fisik bangunan relatif mudah ditelusuri, perjalanan sejarah fungsinya justru masih menyisakan ruang untuk kajian. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, bangunan ini disebut pernah digunakan sebagai sekolah Tionghoa pada masa awal keberadaannya.

Informasi tersebut dinilai cukup masuk akal mengingat kawasan Pakelan sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat Tionghoa di Kediri.

“Yang menarik sebenarnya adalah fungsi awal bangunan ini yang disebut sebagai sekolah Tionghoa. Kawasan Pakelan memang sejak dulu menjadi pusat perdagangan dan jasa yang banyak dihuni masyarakat Tionghoa,” kata Dwi Aris.

Setelah itu, bangunan tersebut disebut beralih fungsi menjadi rumah abu atau krematorium. Namun, sebagaimana informasi mengenai sekolah Tionghoa, data pendukung mengenai periode penggunaan tersebut masih sangat terbatas.

“Informasi mengenai fungsi-fungsi bangunan itu sebagian besar berasal dari keterangan masyarakat. Karena itu masih perlu kajian akademis lanjutan untuk memastikan dan melengkapi data kesejarahannya,” ujarnya.

Jejak fungsi bangunan yang lebih jelas baru ditemukan ketika digunakan sebagai SD Negeri Pakelan. Berdasarkan data yang ada, bangunan tersebut dipakai sebagai sekolah dasar negeri sejak sekitar tahun 1980 hingga 2017.

Selama puluhan tahun, bangunan itu menjadi tempat belajar ribuan siswa yang berasal dari lingkungan sekitar. Setelah aktivitas sekolah dihentikan pada 2017, Pemerintah Kota Kediri kemudian memanfaatkan bangunan tersebut sebagai Kantor Kelurahan Pakelan.

Kini, aktivitas pelayanan masyarakat berlangsung di ruang-ruang yang dahulu digunakan untuk kegiatan pendidikan. Meski fungsinya berubah, sebagian besar karakter bangunan utama masih dipertahankan.

Secara tata ruang, bangunan utama memiliki denah simetris dengan empat ruangan utama yang saling berhadapan. Atap berbentuk limas perisai dengan ketinggian sekitar sembilan meter. Di bagian timur terdapat bangunan tambahan bertingkat dua.

Bagi Dwi Aris, keberadaan bangunan ini bukan hanya soal usia atau keindahan arsitektur.

“Kita bisa melihat bagaimana satu bangunan mengalami berbagai fungsi sesuai kebutuhan zamannya. Dari ruang pendidikan, kemudian dikaitkan dengan aktivitas masyarakat Tionghoa, menjadi sekolah dasar, hingga sekarang menjadi kantor pelayanan publik. Itu menunjukkan bahwa bangunan ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang,” tuturnya.

Ia berharap penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengungkap identitas awal bangunan secara lebih utuh, termasuk siapa pendirinya, kapan dibangun, dan bagaimana proses peralihannya hingga menjadi aset pemerintah daerah.

“Masih banyak bagian dari sejarah bangunan ini yang belum terjawab. Justru itu yang membuatnya menarik untuk terus diteliti,” pungkasnya.kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Tags: cagar budaya kota kediri
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Lewat Sapadana, BPPKAD Kota Kediri Hadirkan Program Tebus Murah Sembako Sambil Bayar PBB

Lewat Sapadana, BPPKAD Kota Kediri Hadirkan Program Tebus Murah Sembako Sambil Bayar PBB

3 bulan ago

Usung Tema Exotic Flower in Paradise, Kontingen Gudang Garam Semarakkan KNC 2024

2 tahun ago

Don't Miss

KH Nurul Huda Djazuli: Munas-Konbes NU Jadi Anugerah Besar bagi Ploso dan Warga Kediri

Juni 21, 2026
Para Masyayikh NU Soroti Wacana Zonasi AHWA

Para Masyayikh NU Soroti Wacana Zonasi AHWA

Juni 20, 2026
Munas-Konbes NU Digelar di Ploso, Ditutup di Bangkalan karena Jejak Sejarah dan Spiritualitas NU

Munas-Konbes NU Digelar di Ploso, Ditutup di Bangkalan karena Jejak Sejarah dan Spiritualitas NU

Juni 20, 2026
Gus Yahya Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Al Falah Ploso Jelang Pembukaan Munas-Konbes NU 2026

Gus Yahya Ungkap Usulan Muktamar NU Digelar di Lirboyo, Berawal dari Arahan KH Nurul Huda Djazuli

Juni 20, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.