Kediri – Perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada 20-21 Juni 2026 besok tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi wisata, UMKM, dan kuliner khas Kota Kediri kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah.
Menjelang pelaksanaan Munas-Konbes, Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowimuddin bersama panitia Munas-Konbes NU, Gus Nabil Haroen, mengunjungi kawasan Jalan Dhoho dan Jalan Stasiun Kota Kediri. Keduanya memperkenalkan beragam produk UMKM serta kuliner legendaris berupa nasi pecel tumpang yang menjadi salah satu ikon kuliner Kota Kediri.
Di sepanjang Jalan Dhoho, peserta dan tamu Munas-Konbes NU nantinya dapat menemukan berbagai sentra UMKM yang menawarkan produk khas daerah. Sementara di kawasan Jalan Stasiun, mereka diajak menikmati suasana Kota Kediri tempo dulu yang masih terasa melalui bangunan-bangunan bersejarah dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap hidup hingga kini.
Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowimuddin, mengatakan kehadiran ribuan peserta Munas-Konbes NU merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan wajah Kota Kediri yang kaya akan tradisi, budaya, dan kuliner.
“Munas dan Konbes NU menjadi momentum yang sangat baik untuk mengenalkan potensi Kota Kediri kepada para kiai, ulama, akademisi, dan warga NU dari seluruh Indonesia. Sesuai arahan Mba Wali, Kami ingin para tamu tidak hanya mengikuti agenda organisasi, tetapi juga merasakan keramahan masyarakat serta menikmati kuliner dan produk UMKM khas Kota Kediri,” kata Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowimuddin. Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, nasi pecel tumpang yang banyak dijumpai di kawasan Jalan Dhoho merupakan salah satu kuliner yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi identitas masyarakat Kediri.
“Kuliner pecel tumpang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kediri sejak lama. Kami berharap para tamu membawa pulang pengalaman dan cerita positif tentang Kota Kediri,” imbuh Gus Qowim sapaan akrabnya.
Sementara itu, Gus Nabil Haroen dan sekaligus Ketua Umum Pagar Nusa, salah satu panitia Munas Dan Konbes NU menilai Munas dan Konbes NU tidak hanya berdampak pada aspek organisasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui sektor UMKM, perdagangan, dan wisata.
“Kami ingin para peserta Munas dan Konbes NU merasakan langsung kekayaan budaya dan kuliner Kediri. Kota ini memiliki banyak potensi yang layak dikenal lebih luas, mulai dari UMKM, kuliner legendaris, hingga kawasan bersejarah yang menyimpan cerita panjang perkembangan Kediri,” kata Gus Nabil.
Ia menambahkan, panitia sengaja mendorong peserta untuk mengeksplorasi sejumlah titik di Kota Kediri agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Munas-Konbes NU dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kehangatan suasana Jalan Dhoho dengan deretan pelaku UMKM, aroma pecel tumpang yang khas, hingga nuansa tempo dulu di kawasan Jalan Stasiun menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang datang ke Kediri. Di tengah agenda besar Munas dan Konbes NU, Kota Kediri berupaya menunjukkan bahwa tradisi, kuliner, dan geliat ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan, menyambut para tamu dari seluruh penjuru Indonesia.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










