Kediri – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memperkuat ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri pada Selasa (14/4).
Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda business matching yang difasilitasi PBNU untuk membangun rantai pasok berbasis pesantren.
Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyah sekaligus Ketua Harian Tim Koordinasi dan Akselerasi Program MBG PBNU, H. Ulun Nuha, mengatakan forum ini secara khusus mempertemukan UMKM binaan LPPNU PBNU dan PWNU Jawa Timur dengan ekosistem SPPG.
“Kita pertemukan para pengusaha UMKM, khususnya binaan LPPNU PBNU dan PWNU Jawa Timur, untuk bertemu dengan ekosistem SPPG, para pengelola SPPG,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini penting karena program MBG tidak hanya berhenti pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“SPPG itu menyediakan MBG adalah satu manfaat. Tapi sebenarnya ada manfaat lain yang diimpikan, yakni sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam skema tersebut, PBNU mendorong terbentuknya hubungan bisnis yang saling menguntungkan antara pengelola SPPG dan para pemasok dari kalangan pesantren.
Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga olahan pangan dari koperasi pesantren.
“Ini membentuk ekosistem. Ada kelompok tani, hasil perhutanan sosial, kemudian UMKM dari koperasi pesantren seperti sayur, buah, susu, hingga olahan daging,” ungkapnya.
Dengan pola ini, PBNU ingin menciptakan sistem ekonomi tertutup (close loop) di lingkungan pesantren, di mana kebutuhan SPPG dapat dipenuhi oleh produksi internal warga NU sendiri.
“Jadi bukan hanya menerima manfaat program makan bergizi, tapi juga mendapatkan manfaat pertumbuhan ekonomi dan kemandirian pesantren,” tegasnya.
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan pengelola SPPG, kegiatan ini juga melibatkan sektor jasa keuangan syariah dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan, sehingga membuka akses pembiayaan bagi para pelaku UMKM.
PBNU berharap, melalui business matching ini, rantai pasok program MBG dapat semakin kuat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren di berbagai daerah. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









