Kediri – Event bazar kuliner Jangkrik Kuliner untuk pertama kalinya hadir di Kota Kediri. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, mulai 2 April hingga 12 April 2026 di Kediri Town Square (Ketos), dengan menghadirkan sekitar 30 hingga 35 tenant kuliner.
Director Jangkrik Kuliner, Maxie Oliver, mengatakan bahwa event ini mengusung tema “Warisan Rasa Asia”, dengan menghadirkan beragam makanan khas dari berbagai negara Asia, mulai dari Thailand, China hingga kuliner khas Indonesia.
“Di Kediri ini kita mengusung tema warisan rasa Asia, jadi ada hotpot, makanan Thailand, seblak, dan banyak pilihan lainnya. Kita juga kurasi tenant-tenant agar kualitas rasanya tetap terjaga,” ujarnya pada Kamis (2/4).
Sejumlah tenant yang dihadirkan pun merupakan brand yang tengah viral di media sosial. Di antaranya Mami Toko yang dikenal dengan aneka kue dan dessert, Haiti Lao dengan konsep hotpot, hingga Milop Dessert yang populer di TikTok.
Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati menu unik seperti cumi bakar jumbo dari Squid World, hingga kuliner autentik Thailand dari Rak Thai yang dikelola langsung oleh owner asal Thailand, seperti mango sticky rice dan aneka minuman segar.
Salah satu yang paling dinanti adalah kehadiran Seblak Mamang Rafael, yang disebut akan menyapa langsung pengunjung di Kediri.
Dari hari pertama pembukaan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Bahkan sebelum acara resmi dibuka pukul 10.00 WIB, pengunjung sudah mulai memadati area bazar.
“Responnya luar biasa. Beberapa stand bahkan sudah langsung antre sejak awal buka,” tambah Maxie.
Jangkrik Kuliner sendiri bukan event baru. Sebelumnya, mereka telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia seperti Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, hingga sejumlah kota di Kalimantan dan Sumatera.
Pemilihan Kediri sebagai lokasi terbaru didasarkan pada potensi pasar yang dinilai besar, sekaligus karena kota ini belum pernah disambangi sebelumnya.
“Masih banyak kota di Pulau Jawa yang belum kita datangi, dan Kediri jadi salah satu yang kita pilih tahun ini,” jelasnya.
Melalui event ini, pihak penyelenggara juga ingin mendorong pertumbuhan UMKM kuliner agar lebih berkembang. Dengan konsep bazar keliling, para pelaku usaha tidak hanya menunggu pembeli datang, tetapi bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harapannya UMKM bisa terus hidup dan berkembang. Kita ingin sama-sama tumbuh, mereka dikenal, kita juga berkembang,” ungkapnya.
Ke depan, Jangkrik Kuliner berharap dapat kembali lagi ke Kediri dengan konsep dan pengalaman kuliner yang berbeda, bahkan berencana menghadirkan lebih banyak tenant hingga kolaborasi dengan figur publik. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








