Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar apel besar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kediri, sebagai bentuk memastikan kesiapan kerja usai libur panjang Idul Fitri pada Rabu (25/3).
Apel ini diikuti seluruh ASN di lingkup Pemkab Kediri, kecuali tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta ASN yang menjalankan skema work from anywhere (WFA).
Kepala BKPSDM Kabupaten Kediri, Randy Agatha, mengatakan apel ini menjadi momentum hari pertama masuk kerja bagi ASN setelah libur, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan optimal.
“Apel besar ini untuk memastikan kesiapan seluruh ASN setelah libur. Ini juga hari pertama masuk bagi yang tidak menjalankan WFA,” ujarnya.
Sebelumnya, terdapat sekitar 77 ASN dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengajukan WFA. Kebijakan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi.
Randy menjelaskan, kehadiran ASN kini tidak lagi bergantung pada pemantauan fisik, melainkan melalui sistem presensi online. Sistem ini mampu mendeteksi waktu kehadiran hingga titik koordinat ASN saat melakukan absensi.
“Presensi kita sudah online, jadi bisa dipantau dari waktu dan lokasi. ASN yang terlambat atau tidak masuk pasti akan termonitor,” jelasnya.
Ia menegaskan, kedisiplinan ASN akan berdampak pada tambahan penghasilan pegawai (TPP). Jika dalam akumulasi kehadiran tidak memenuhi ketentuan, maka akan ada pengurangan hingga sanksi disiplin.
“Sanksi itu berjenjang, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Bahkan jika tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut, bisa dikenai pemberhentian dengan hormat,” tegasnya.
Meski demikian, Pemkab Kediri untuk sementara tidak akan melakukan inspeksi mendadak (sidak), mengingat masih adanya ASN yang menjalankan WFA serta kondisi perkantoran yang belum sepenuhnya normal.
Lebih lanjut, Randy menyampaikan imbauan Bupati Kediri agar seluruh ASN segera kembali menyesuaikan ritme kerja seperti sebelum Ramadan, termasuk jam kerja yang kini kembali normal.
“Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat harus kembali berjalan maksimal. Tidak ada lagi alasan keterlambatan setelah libur panjang ini,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








