Kediri – Masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri, karena potensi penipuan biasanya meningkat pada periode tersebut.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kediri, Ismirani Saputri, mengatakan hingga saat ini layanan pengaduan dan aktivitas masyarakat di sektor jasa keuangan masih berjalan normal selama Ramadan.
“Selama kurun waktu Ramadan ini kondisinya masih stabil. Layanan tetap berjalan normal dan pengaduan dari masyarakat juga masih dalam batas yang wajar,” ujarnya Rabu (11/3).
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati karena biasanya terjadi peningkatan aktivitas penipuan setelah Lebaran. Berbagai modus penipuan kerap muncul, mulai dari pengiriman tautan mencurigakan, aplikasi palsu (APK), hingga skimming pada mesin ATM.
Menurutnya, salah satu modus yang saat ini cukup marak adalah penipuan melalui pencarian di internet. Pelaku membuat situs palsu yang tampil menyerupai website resmi lembaga atau layanan tertentu.
“Sekarang yang paling marak itu lewat pencarian di Google. Jadi masyarakat harus hati-hati karena yang muncul di urutan atas belum tentu website resmi. Kadang dibuat sangat mirip, hanya beda satu huruf saja,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi peningkatan penipuan setelah Lebaran, terutama ketika masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Kondisi tersebut sering dimanfaatkan pelaku untuk menjerat korban melalui berbagai tawaran menarik, termasuk penjualan online yang tidak melalui platform e-commerce resmi atau tawaran pinjaman dari lembaga jasa keuangan ilegal.
Selain itu, masyarakat diimbau agar menggunakan THR secara bijak dan mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, sehingga tidak mudah tergiur tawaran yang berpotensi merugikan.
Jika masyarakat menjadi korban penipuan, Ismirani menyarankan agar segera melaporkannya melalui layanan pengaduan yang disediakan OJK. Pengaduan dapat dilakukan melalui call center 157, WhatsApp resmi OJK, maupun melalui sistem pelaporan online yang tersedia selama 24 jam.
“Kalau sudah terjadi penipuan, terutama yang berkaitan dengan skimming atau lembaga jasa keuangan, masyarakat diharapkan segera melapor agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








