Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Apel dan Ikrar Pelajar dalam rangka menjaga situasi Ramadan dan Idulfitri agar tetap aman dan kondusif. Kegiatan ini diikuti sekitar 275 ribu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Kediri pada Selasa (3/2).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Moh. Muhsin, mengatakan ikrar pelajar ini menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter sejak dini, khususnya selama bulan Ramadan.
“Tujuan utama ikrar ini adalah mendidik dan membiasakan anak-anak hidup disiplin, tertib, serta menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat seperti bermain petasan yang berisiko dan boros,” ujarnya.
Melalui ikrar tersebut, para pelajar berkomitmen untuk tidak menyalakan petasan, menjauhi kekerasan dan perundungan di sekolah, menaati peraturan lalu lintas, serta menjauhi rokok dan narkoba. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya korban akibat petasan selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Menurut Muhsin, ikrar pelajar juga merupakan implementasi arahan Bupati Kediri yang menekankan pentingnya menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk tanpa kegaduhan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam penyelesaian persoalan pendidikan.
“Dengan ikrar ini, kami berharap para pelajar memiliki komitmen moral untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan fokus belajar karena masa depan mereka masih panjang,” tambahnya.
Pengawasan terhadap pelaksanaan ikrar ini akan dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah oleh guru dan kepala sekolah, maupun di masyarakat dengan dukungan aparat TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









