Kediri – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri terus berupaya meningkatkan tata kelola parkir, termasuk mengusulkan penambahan kantong parkir serta mendorong digitalisasi guna menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, menjelaskan saat ini terdapat beberapa kantong parkir resmi yang dikelola pemerintah, di antaranya berada di kawasan eks pasifik, depan Satlantas Polres Kediri Kota dan Terminal Tamanan Kota Kediri.
Sedangkan untuk parkir dibahu jalan yang dikelola Dishub ada 28 ruas. Ditandai dengan adanya juru parkir resmi dari Dishub yang mengenakan seragam warna biru atau warna oren. Seperti di Jalan Dhoho, Jalan Pattimura, dan lain-lain.
“Selain kantong parkir resmi, ada juga parkir yang dikelola oleh UPTD seperti taman yang dikelola DLHKP yang tetap dikenakan retribusi,” ujarnya Jumat (10/4).
Meski demikian, dari sisi kapasitas, Arief mengakui kantong parkir yang ada belum sepenuhnya mencukupi, terutama saat lonjakan aktivitas masyarakat.
“Kalau hari-hari biasa masih cukup. Tapi saat ramai seperti malam minggu, khususnya di kawasan Jalan Stasiun, kapasitas parkir sering tidak mencukupi,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub telah mengusulkan penambahan kantong parkir baru kepada Wali Kota Kediri. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pengembangan kawasan eksplasifik agar memiliki daya tampung lebih besar.
“Saat ini masih dalam proses usulan. Ke depan, eksplasifik akan diperbesar. Untuk kapasitas sekarang sekitar 85 kendaraan,” tambahnya.
Di sisi lain, Dishub juga berupaya mengoptimalkan pendapatan dari sektor parkir dengan mendorong sistem digitalisasi. Penerapan parkir elektronik saat ini difokuskan di kawasan Jalan Dhoho.
Namun, implementasi sistem tersebut masih menghadapi kendala, terutama dari sisi kesiapan sumber daya manusia.
“Memang tantangan kita, sebagian juru parkir belum terbiasa dengan sistem digital karena faktor usia. Tapi ini bukan alasan, kami terus dorong mereka untuk belajar,” tegas Arief.
Ke depan, Dishub menargetkan penerapan sistem parkir digital dapat diperluas ke seluruh titik parkir di Kota Kediri.
“Tujuannya jelas, untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran PAD,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








