Kediri – Perpindahan lokasi takjil Ramadan di Kota Kediri tak menyurutkan minat warga untuk berburu menu berbuka puasa. Meski lapak yang sebelumnya berada di Jalan Hayam Wuruk kini berpindah ke Jalan Jaksa Agung Suprapto, antusiasme pembeli justru tetap tinggi dan dagangan laris manis.
Salah satunya dialami oleh Siti Alvia, pedagang takjil yang menjajakan bakmi dan bihun goreng. Ia mengaku dagangannya selalu habis sebelum waktu berbuka puasa tiba. Bahkan, ratusan porsi ludes terjual sejak sore hari. Ia buka lapak mulai dari jam 15.00, pada jam 16.30 sudah habis terjual.
“Biasanya sekitar jam empat atau setengah lima sudah habis. Lebih dari 100 porsi terjual,” ujar Siti Alvia saat ditemui di lapaknya Selasa (24/2).
Menurutnya, salah satu faktor dagangannya cepat habis karena penyajian yang berbeda dan lokasi lapak yang mudah terlihat oleh pengunjung. Hal tersebut membuat pembeli penasaran dan tertarik untuk mencoba.
“Konsepnya memang kita bikin beda, ditaruh di depan supaya orang bisa lihat langsung. Daya tarik tiap orang kan beda-beda,” jelasnya.
Dari hasil penjualan takjil selama Ramadan ini, Siti Alvia mengaku memperoleh omzet sekitar Rp500 ribu per hari. Ia pun merasa sangat terbantu dengan adanya penjualan takjil musiman ini.
“Alhamdulillah sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Ia mulai berjualan sejak awal Ramadan dan berencana tetap melanjutkan usaha kuliner tersebut ke depannya, meski tidak lagi dalam suasana puasa. Ke depan, ia berharap bisa berjualan di lokasi yang lebih ramai seperti pasar-pasar atau car free day di wilayah Kota Kediri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perburuan takjil Ramadan di Kota Kediri tetap menjadi tradisi masyarakat. Meski lokasi penjualan berpindah, minat warga untuk mencari menu berbuka puasa tetap tinggi, terutama di kawasan-kawasan strategis yang menjadi pusat keramaian.
There is no ads to display, Please add some









