Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Disperdagin Kota Kediri melakukan penataan penjual takjil selama Ramadan guna mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban lalu lintas.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, menyampaikan bahwa kawasan yang dinilai terlalu padat, seperti Jalan Hayam Wuruk, tidak diperbolehkan lagi digunakan untuk aktivitas jual beli takjil. Kebijakan ini sejatinya telah diterapkan sejak tahun lalu dan kembali dipertegas pada Ramadan tahun ini.
“Di Jalan Hayam Wuruk sudah tidak boleh ada penjual takjil. Fokus penempatan kami alihkan ke Jalan Jasa Agung Suprapto. Jika di sana berlebih, akan kami sebar ke titik lain,” jelas Ridwan.
Sebagai lokasi alternatif, pemerintah menyiapkan area Pasar Bandar serta akses masuk sisi utara GOR Joyoboyo. Di kawasan GOR, pedagang ditata pada satu sisi jalan, tepatnya di jalur kiri pintu masuk utara, agar tidak mengganggu arus kendaraan.
“Pedagang lama maupun baru di sekitar GOR tetap boleh berjualan, namun harus tertib dan terfokus di satu titik yang sudah kami tentukan,” tambahnya.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pengawasan akan dilakukan secara bersama oleh Disperdagin, Satpol PP Kota Kediri, serta unsur terkait lainnya. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat, sekaligus mencegah kemacetan selama bulan Ramadan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









