Kediri – Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga, keamanan, serta mutu bahan pangan di pasaran. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa secara umum harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil, meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
Kepala Subbagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Puspa Dewi, menyampaikan bahwa kenaikan harga terjadi pada cabai rawit merah dan daging ayam, namun masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
“Secara keseluruhan harga masih stabil. Hanya cabai rawit merah yang harganya agak tinggi, sedangkan daging ayam mengalami kenaikan tetapi masih tergolong stabil,” ujarnya saat meninjau Pasar Setonobetek Kota Kediri, Kamis (12/2).
Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh faktor cuaca, sementara kenaikan daging ayam disebabkan meningkatnya permintaan masyarakat.
“Untuk cabai rawit merah karena faktor cuaca, sedangkan daging ayam kemungkinan karena permintaan yang tinggi,” jelasnya.
Untuk menekan lonjakan harga, pemerintah menyiapkan langkah strategis melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Minyak goreng, beras, dan telur akan disuplai dengan dukungan Bulog. Pelaksanaan GPM direncanakan serentak pada 13 Februari, sementara khusus di Kota Kediri akan digelar mulai minggu depan secara bergilir di sejumlah lokasi.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata menegaskan pihak kepolisian selaku Satgas Pangan berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan hingga Lebaran.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok. Apabila ditemukan oknum yang mempermainkan harga atau melakukan penimbunan barang, akan kami tindak tegas sesuai perintah dan ketentuan hukum,” tegasnya.
AKP Achmad Elyasarif menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya penimbunan bahan pokok. Namun pengawasan tetap dilakukan secara intensif.
“Untuk sementara belum ada temuan penimbunan. Namun tetap kami lakukan pengecekan dan pengawasan. Kenaikan harga cabai hampir terjadi di seluruh Jawa Timur dan dipengaruhi faktor cuaca. Jika nantinya ditemukan adanya permainan harga, kami akan memberikan peringatan keras hingga penindakan kepada para pedagang,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









