Kediri – Keberadaan Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang di Kabupaten Kediri tidak hanya memberi manfaat spiritual bagi umat, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Salah satunya dirasakan oleh Sunarsi penjual yang telah berjualan di kawasan Puhsarang selama kurang lebih 25 tahun.
Ia menyebut bahwa tempat berjualannya merupakan rumah pribadi miliknya yang berada di dalam area Gereja Puhsarang. Sejak puluhan tahun lalu, rumah tersebut dimanfaatkan untuk berjualan guna melayani peziarah dan wisatawan yang datang.
“Saya sudah berjualan di sini sekitar 25 tahun. Ini memang rumah saya sendiri, kebetulan berada di area gereja, jadi sekalian dipakai untuk jualan,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas ekonomi di kawasan Puhsarang sangat dipengaruhi oleh jumlah kunjungan peziarah. Keramaian biasanya meningkat pada momen-momen tertentu. Ia menjual mulai dari rosario, patung bunda maria, dan masih banyak lagi pernak pernik lainnya.
“Kalau ramainya biasanya saat Natal, menjelang Natal juga sudah mulai ramai. Selain itu, hari libur juga banyak yang datang,” katanya.
Ia menambahkan, sejak Gereja Puhsarang dikenal luas sebagai destinasi wisata rohani, pengunjung yang datang tidak hanya dari Kediri, tetapi juga dari luar daerah. Hal tersebut membuat usaha kecil miliknya tetap bertahan hingga sekarang.
“Banyak yang datang untuk wisata rohani ke sini. Alhamdulillah, sangat membantu perekonomian saya. Kalau lagi ramai, dagangan juga lebih cepat habis,” ungkapnya.
Keberadaan Gereja Puhsarang memang memberi efek ganda, tidak hanya sebagai pusat ibadah dan ziarah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga sekitar. Momen-momen besar keagamaan seperti Natal menjadi waktu yang paling dinanti para pedagang kecil di kawasan tersebut.
Dengan aktivitas wisata rohani yang terus berjalan, warga berharap geliat ekonomi di sekitar Gereja Puhsarang dapat terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.kin/mg









