Kediri – Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Gelombang II 2026 resmi digelar sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pembina Pramuka, khususnya bagi calon pembina Siaga dan Penggalang. Kegiatan ini diikuti sebanyak 154 peserta dari berbagai latar belakang profesi.
KMD merupakan pelatihan wajib bagi calon pembina Penggalang. Setiap calon pembina diwajibkan memiliki ijazah KMD sebagai syarat untuk mengajar dan melatih Pramuka secara resmi. Mayoritas peserta KMD Gelombang II berasal dari kalangan calon guru SD, guru aktif, dosen perguruan tinggi, hingga relawan kepramukaan.
Pelatihan berlangsung selama 2-7 Februari, dengan materi mulai dari dasar-dasar kepramukaan, teori pembinaan, hingga praktik mengajar kegiatan kepramukaan. Peserta dibekali kemampuan teknis dan metodologi agar mampu membina Pramuka Penggalang secara efektif dan menyenangkan.
Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, menyampaikan harapannya agar ke depan seluruh pembina Pramuka telah tersertifikasi.
“Harapannya, semua pelatih dan pembina Pramuka sudah bersertifikat, sehingga terjadi peningkatan kemampuan SDM di tingkat pembina. Dengan pembina yang kompeten, kegiatan Pramuka dari Prasiaga PAUD dan TK hingga Pandega akan semakin diminati, kegiatannya semakin asyik, serta mampu memperkuat peran sosial kemasyarakatan,” ujarnya saat dihubungi Senin (2/2).
Sertifikat dan ijazah KMD nantinya ditandatangani oleh Kepala Pelatih Kwarcab dan Ketua Kwarcab Kota Kediri, sebagai bentuk pengesahan kompetensi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Melalui KMD Gelombang II ini, Kwarcab Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam mencetak pembina Pramuka yang profesional, berkarakter, dan siap mendampingi generasi muda dalam kegiatan kepramukaan.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










