Kediri – Kepolisian Resor Kediri terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap 123 orang yang diamankan pasca kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum di Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) dini hari.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, pemeriksaan dilakukan oleh petugas gabungan dari Satreskrim Polres Kediri dan Unit Reskrim Polsek jajaran. Tujuannya, untuk segera menentukan peran masing-masing terduga pelaku serta memastikan kelengkapan alat bukti, termasuk rekaman CCTV yang sudah diamankan dari sejumlah titik.
“Rekaman tidak hanya dari kantor Pemkab, tapi juga di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta dan beberapa lokasi lain. Kalau rekaman CCTV cukup jadi bukti, pasti kita amankan, walaupun pelakunya belum termasuk 123 orang yang sudah diamankan,” jelas Bramastyo, Minggu (31/8).
Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian besar pelaku berusia di bawah 18 tahun dan berstatus pelajar SMP, SMA, hingga SMK ada juga yang dewasa.
Kantor Polsek pun tak luput dari amukan massa, mulai dari Polsek Ngasem, Polsek Kepung, dan Polsek Gampengrejo. “Ada beberapa barang yang diambil seperti komputer, printer,” paparnya.
Untuk mengantisipasi aksi susulan, Polres Kediri berkoordinasi dengan Polda Jatim dalam hal ini Brimob Kompi C, Kodim 0809, Yonif 521, hingga unsur Forkopimcam. Aparat bersama perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, karang taruna, dan pondok pesantren akan diajak menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
“Kami gelar patroli skala besar agar masyarakat merasa aman dan tenang. Tapi kami juga mengimbau, sebelum kami bertindak represif, tolong semua pihak menahan diri tetap tenang,” tegas Bramastyo. kin/mg










