Kediri – Berbicara soal sepakbola, tidak selamanya tentang adu strategi dan skill pemain. Dibalik dua hal tersebut, ada hal-hal lain yang dipercaya juga turut berpengaruh. Contohnya, pemilihan warna jersey yang dipakai para pemain.
Pemilihan warna kostum pemain, penjaga gawang, hingga official juga menjadi bagian dari pertimbangan penting. Warna memiliki kekuatan tersendiri dalam sepak bola dan tidak bisa dipilih secara asal.
“Penentuan kostum pemain dilihat dari kapan main, lawannya siapa, dan warna kostum lawan apa yang dipakai. Persik kuat di warna ungu. Lawan pun punya warna kebesaran masing-masing,” jelas Sugiono.
Pria yang dikenal pernah menjadi kitman Persik Kediri dan kini bertugas sebagai staf perawatan Stadion Brawijaya, Kota Kediri itu mengungkapkan ada sejumlah faktor nonteknis lain yang dilakukan sebagai bentuk ikhtiar.
Salah satu yang sering digunakan adalah garam. “Ini bentuk ikhtiar. Hampir semua klub dari liga bawah sampai atas juga melakukan hal yang sama,” ujar Sugiono.
Menurut Sugiono, garam memiliki fungsi multifungsi, di antaranya untuk menangkal energi negatif. Pria yang akrab disapa Pak Gik itu, menyebut ikhtiar tersebut juga kerap dikaitkan dengan faktor cuaca.
“Alhamdulillah, beberapa pertandingan di musim ini meski di tengah musim hujan, pertandingan bisa berjalan lancar,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ikhtiar semacam ini bukan hanya dilakukan oleh tim tuan rumah. Tim lawan pun kerap membawa perlengkapan dan ritual masing-masing demi menjaga kondisi mental dan energi para pemainnya.
Ia menambahkan, energi pertandingan juga berbeda antara babak pertama dan babak kedua, bahkan arah lapangan utara dan selatan disebut memiliki karakter energi yang tidak sama.
“Semua itu agar tim bisa tampil maksimal, pertandingan berjalan lancar, dan menghasilkan hasil terbaik,” pungkas Pak Gik. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









