Kediri – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Indonesia Bersatu menggelar aksi damai di lokasi Yayasan SPPG Barokah Ala Khumaidah, Jumat (13/2). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh SPPG.
Dalam aksinya, perwakilan massa Aris Priyono, menyampaikan bahwa pihak SPPG tersebut diduga telah merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat penerima manfaat serta investor yang diajak bekerja sama.
“Beberapa investor dijanjikan kerja sama dengan sistem bagi hasil, namun hingga hampir satu tahun berjalan, banyak yang tidak menerima pembayaran. Nilainya bahkan ada yang mencapai hampir Rp100 juta,” ujar Aris.
Selain dugaan penipuan, massa aksi juga menyoroti kualitas produk makanan dari dapur yayasan yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, bahkan disebut tidak memenuhi unsur gizi. Aris mengaku pihaknya memiliki bukti berupa foto-foto makanan yang diterima masyarakat.
“Kami meminta pemerintah menutup dan mem-blacklist yayasan ini agar tidak kembali digunakan sebagai sarana penipuan di tempat lain,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak yayasan melalui Imam selaku administrator menyatakan siap terbuka dan mendukung proses pemeriksaan apabila ditemukan pelanggaran.
“Jika memang ada temuan, silakan dilaporkan. Kami terbuka dan akan membantu proses pemeriksaan. Prinsipnya adalah keterbukaan dan akuntabilitas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan SPPG atau dapur pelayanan bukan langsung dikelola oleh yayasan, melainkan oleh perwakilan satuan pelayanan. Namun demikian, pihak yayasan tetap akan menekankan agar setiap tanggungan atau kewajiban yang ada dapat diselesaikan.
Terkait dugaan makanan tidak berkualitas, pihak yayasan menyatakan akan melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan adanya sanksi atau punishment terhadap pihak pengelola dapur apabila terbukti melanggar ketentuan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









