Kediri – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri mengakui adanya persoalan serius pada sistem tiket usai Pintu B Stadion Brawijaya sempat ditembus suporter Persib saat laga Persik vs Persib pada Senin (5/1) malam.
Panpel menilai kebocoran tiket menjadi pemicu utama terjadinya peristiwa tersebut. Adapun meski sempat ditembus, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan sehingga suasana kembali kondusif.
Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, menyatakan pihaknya sebenarnya telah melarang suporter tim tamu datang ke stadion. Sosialisasi dan surat resmi juga sudah dikirimkan kepada manajemen Persib serta tokoh-tokoh suporter Bandung.
“Jangan datang, sudah kita kirim surat dan kita sosialisasi ke mereka. Tapi tidak tahu, tahu-tahu yang datang jumlahnya besar,” ujar Tri Widodo.
Widodo mengungkapkan, penjualan tiket pertandingan sepenuhnya diserahkan kepada komunitas suporter Persik. Namun, panpel menemukan fakta adanya kebocoran tiket yang dijual ke suporter tim tamu.
“Saya juga tidak tahu kenapa suporter Bandung bisa dapat tiket utama sampai ratusan orang. Kemarin juga ada satu komunitas yang ketahuan menjual tiket. Ini akan kita panggil semua komunitas untuk evaluasi,” tegasnya.
Menurut Widodo, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Pada laga sebelumnya melawan Persis Solo, sekitar 600 tiket diketahui berpindah tangan ke suporter tamu, yang jelas melanggar aturan.
“Ini tidak boleh. Sudah dua kali kejadian,” katanya. Terkait bobolnya Pintu B, Widodo menjelaskan bahwa massa Bobotoh membawa tiket, namun sebagian besar diduga palsu atau hasil cetak ulang.
“Banyak tiket palsu karena PDF itu di-print. Saat di-scan tidak bisa karena sudah terpakai. Akhirnya mereka memaksa masuk,” jelasnya.
Panpel juga mengakui banyaknya tiket komplimen yang beredar dan diduga disalahgunakan. Padahal, Stadion Brawijaya hanya diizinkan menampung maksimal 5.000 penonton sesuai hasil asesmen.
“Setiap big match pasti ribut soal tiket. Ini jadi evaluasi besar. Ke depan mungkin tidak pakai barcode lagi, bisa pakai gelang atau formula lain,” imbuhnya.
Panpel Persik memastikan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada laga-laga besar berikutnya. kin/mg










