Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menata kawasan Masjid An-Nur Pare menjadi Islamic Center. Melalui proyek revitalisasi senilai Rp1,54 miliar, masjid ikonik ini tak hanya dipercantik, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas baru, termasuk area untuk manasik haji dan umrah.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Joko Riyanto, saat dikonfirmasi Kamis (2/10) menjelaskan bahwa proyek revitalisasi ini dilaksanakan oleh CV Piramida dengan masa kerja mulai 25 Agustus hingga 22 Desember 2025.
“Beberapa itemnya antara lain penataan landscape sisi utara di sepanjang Jalan PK Bangsa, pengecatan atap bangunan induk, penggantian atap toilet putra dan putri, pembenahan sound system, dan pemasangan lampu sorot,” jelas Joko.
Selain itu, pihaknya juga menambahkan elemen baru berupa replika Ka’bah sebagai bagian dari penataan kawasan. Fasilitas tersebut nantinya akan difungsikan sebagai tempat manasik haji dan umrah, sehingga Masjid An-Nur juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
“Ini juga menyesuaikan permintaan takmir agar ada tempat manasik, sekaligus menjadikan masjid sebagai Islamic center,” tambahnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, akses masuk dari Jalan PK Bangsa juga akan diperlebar dari 6 meter menjadi sekitar 20 meter. Akses baru ini diharapkan dapat menciptakan kesan lebih terbuka dan ramah bagi pengunjung.
“Dulu kesannya agak tertutup karena akses utama dari sisi timur. Sekarang kita buka dari PK Bangsa agar lebih welcome dan bisa berfungsi sebagai rest area yang nyaman,” ujarnya.
Sebelumnya, revitalisasi tahap pertama Masjid An-Nur telah rampung pada Desember 2024 dengan anggaran sebesar Rp3,9 miliar. Pekerjaan pada tahap pertama difokuskan pada peningkatan aksesibilitas jamaah ke dalam masjid, termasuk pembangunan jalur khusus bagi kalangan disabilitas.
Joko menambahkan, meski belum ada instruksi lanjutan untuk tahap berikutnya, ke depan pihaknya berharap dapat menambah fasilitas lain, seperti area parkir beratap bagi pengunjung. kin/mg









