Kediri – Polisi menduga identitas perempuan bernama Yuni yang diduga terlibat dalam kasus pencurian emas batangan senilai Rp250,9 juta di Kota Kediri tidak sesuai dengan identitas sebenarnya. Hingga Selasa (13/10), polisi masih melakukan pencarian terhadap perempuan tersebut.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto melalui Panit Reskrim Polsek Mojoroto, Ipda Tri Sugiantoro, mengatakan dugaan tersebut muncul setelah polisi melakukan pengecekan identitas yang berkaitan dengan lokasi transaksi emas di Perumahan Mojoroto Indah, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.
“Rumah yang digunakan untuk transaksi itu ternyata rumah kontrakan. Setelah kami cek identitasnya, ada dugaan KTP yang digunakan palsu,” ujar Tri, Selasa (13/9).
Polisi juga telah menunjukkan identitas perempuan bernama Yuni kepada korban untuk memastikan orang yang dimaksud. Namun, berdasarkan keterangan sementara, sosok yang ditunjukkan tersebut diduga berbeda dengan orang yang berada di lokasi kejadian.
“Kami masih mendalami identitas yang bersangkutan dan melakukan pencarian. Kami juga perlu memastikan siapa sebenarnya orang yang terlibat dalam transaksi tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka setelah ditabrak mobil oleh suami korban saat pengejaran. Salah satu mengalami luka sobek di kepala, sedangkan lainnya mengalami luka lecet di tubuh.
Tri mengatakan penyidik belum memeriksa kedua terduga pelaku karena masih menjalani perawatan.
“Setelah kondisi keduanya memungkinkan, kami akan melanjutkan proses penyidikan, meminta keterangan, dan menentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkasnya. kin/mg
