Kediri – Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bangunan SMA Negeri 3 Kota Kediri pada Rabu (24/12) siang sekitar pukul 13.35 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan disertai angin kencang. Akibat kejadian ini, tiga ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan.
Petugas keamanan SMA Negeri 3 Kota Kediri, Budi, menjelaskan bahwa saat kejadian kondisi cuaca memang tidak menentu. Hujan turun cukup lama disertai angin yang bertiup kencang dan tidak berputar seperti angin puting beliung.
“Habis hujan, anginnya kencang sekali. Bukan angin puting beliung, tapi angin lurus yang kuat. Tiba-tiba pohon besar itu roboh ke arah belakang dan menimpa bangunan sekolah,” jelas Budi, Jumat, (26/12/2025)
Menurutnya, saat kejadian kondisi sekolah relatif sepi karena bertepatan dengan libur nasional. Beberapa orang yang berada di lokasi dan menjadi saksi mata di antaranya satpam sekolah serta beberapa guru.
“Yang ada di sekolah waktu itu satpam Pak Josan, kemudian ada Bu Koir guru ekonomi. Tidak banyak orang karena memang libur nasional,” tambahnya.
Usai kejadian, pihak sekolah langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada kepala sekolah dan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Langkah pertama kami langsung lapor kepala sekolah, lalu kami hubungi BPBD. Hari itu juga BPBD datang ke lokasi untuk membersihkan ranting-ranting yang membahayakan,” ujarnya.
Budi menyebutkan, pemotongan ranting sempat dihentikan sementara karena waktu sudah mendekati magrib, dan rencananya akan dilanjutkan pada hari kerja berikutnya.
Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi terkait penanganan lanjutan pohon tumbang tersebut.
“Saat ini kami masih berkoordinasi untuk proses evakuasi pohon besar tersebut. Sebelumnya, pada hari kejadian, pihak BPBD sudah datang ke lokasi untuk pembersihan ranting,” kata Indun.
Dari hasil pendataan sementara, pohon yang tumbang diperkirakan berusia sekitar 18–19 tahun dengan diameter kurang lebih 30 sentimeter. Pohon tersebut menimpa tiga ruang kelas serta berdampak pada bagian teras, atap bangunan, sebagian kecil perpustakaan, dan kamar mandi.
“Yang terdampak ada tiga ruang kelas. Kerusakan dominan di bagian atap dan teras, tidak sampai merusak struktur tembok secara serius,” jelas Budi.
Terkait aktivitas belajar mengajar, Budi menegaskan bahwa tidak ada peliburan khusus karena kejadian ini, mengingat hari tersebut memang masih dalam rangkaian libur nasional.
“Anak-anak sekolah memang sedang libur nasional. Masuk kembali tanggal 2, jadi bukan diliburkan karena kejadian,” pungkasnya.
Hingga kini, pihak sekolah dan instansi terkait masih menunggu tindak lanjut administratif terkait rencana perbaikan bangunan yang terdampak. kin/mg










