Kediri – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri resmi direlokasi sementara akibat proyek pembangunan Tol Kediri–Tulungagung. Relokasi dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan donor darah selama proses renovasi gedung lama berlangsung.
Kepala Unit PMI Kota Kediri dr. Ira Widyastuti menjelaskan, relokasi ini terpaksa dilakukan lantaran gedung PMI terdampak proyek tol.
“Karena lahan parkir kami di depan habis dan gedung harus mundur, mau tidak mau bagian depan yang selama ini digunakan untuk pelayanan donor darah harus direnovasi total,” jelasnya.
Namun, alasan utama relokasi bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan juga faktor keamanan. Selama proses pemadatan tanah dan pembangunan konstruksi, terdapat potensi getaran dari alat berat yang dikhawatirkan dapat merusak peralatan laboratorium.
“Peralatan kami sangat sensitif. Sedikit getaran saja bisa mengganggu hasil pemeriksaan. Maka atas seizin pengurus PMI, kami memutuskan meminta relokasi sementara agar pelayanan tidak terganggu,” tambahnya.
Permintaan relokasi tersebut disambut baik oleh pihak kontraktor pelaksana proyek tol, PT LMA, yang juga menanggung seluruh biaya pemindahan serta penyesuaian lokasi baru.
“Relokasi ini dibiayai oleh pihak proyek. Mereka sangat memahami pentingnya layanan donor darah bagi masyarakat, sehingga semua kebutuhan kami, mulai dari penataan ruang, peningkatan daya listrik, hingga pembuatan instalasi pengolahan limbah, difasilitasi,” ujarnya.
Setelah melalui proses pencarian lokasi selama dua minggu, PMI akhirnya menempati bangunan baru yang dinilai paling layak dari sisi keamanan, tata ruang, serta aksesibilitas. Lokasi sementara di Jl. Gang 1 Semampir Kota Kediri ini mulai ditempati sejak 12 September 2025, dan resmi beroperasi penuh pada 17 September 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 PMI.
“Kami bersyukur proses relokasi berjalan lancar. Semua alat laboratorium dipindahkan dengan bantuan vendor resmi agar tidak rusak. Sekarang pelayanan sudah berjalan 100 persen normal,” jelasnya.
Meski berpindah sementara, Markas PMI Kota Kediri yang berfungsi untuk kegiatan pelatihan dan penanggulangan bencana tetap berada di gedung lama, karena tidak terdampak langsung proyek tol. Nantinya, setelah renovasi rampung, seluruh aktivitas PMI akan kembali terpusat di satu lokasi seperti semula.
“Gedung belakang tidak terkena dampak. Jadi unit markas masih beroperasi di sana. Setelah renovasi selesai, PMI Kota Kediri akan kembali,” jelasnya.
Renovasi gedung utama diproyeksikan selesai dalam waktu sekitar satu tahun. Unit PMI Kota Kediri hanya akan menempati lokasi sementara tersebut selama 11 bulan, sambil menunggu proses renovasi gedung utama selesai.
Meski sudah dipastikan akan tetap beroperasi di lokasi lama pasca-renovasi, pihak PMI mengaku sempat khawatir terhadap potensi peningkatan arus lalu lintas akibat keberadaan jalan tol.
“Kami sempat khawatir donor darah akan berkurang karena akses makin ramai dan kendaraan besar banyak melintas. Tapi kami sudah menyiapkan desain tata ruang baru agar pelayanan tetap nyaman,” ungkapnya.
Sebagai solusi tambahan, Pemerintah Kota Kediri memberikan dukungan berupa penyerahan lahan bekas Kantor Kadin untuk digunakan sebagai area parkir kendaraan operasional PMI.
“Rencananya, lahan eks Kadin itu akan dijadikan tempat parkir mobil operasional PMI. Sedangkan untuk pengunjung, kami siapkan lahan parkir di sisi selatan,” terangnya.
Meskipun sempat mengalami proses pemindahan, pelayanan donor darah tetap berjalan tanpa gangguan. PMI Kota Kediri menegaskan bahwa masyarakat tetap bisa melakukan donor darah setiap hari seperti biasa.
“Kami pastikan pelayanan donor darah tetap 100 persen aktif. Setiap hari minimal 60 orang datang untuk donor. Tidak ada yang berubah, hanya lokasi sementara saja,” pungkasnya. kin/mg










