Kediri – Persik Kediri meraih kemenangan 2-0 atas Madura United di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (9/10). Macan Putih tampil efektif dengan menjalankan strategi permainan yang disiapkan pelatih Marcos Reina Torres.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku puas dengan hasil pertandingan tersebut. Menurutnya, Persik mampu menunjukkan permainan yang baik, terutama pada babak pertama ketika timnya menjalankan rencana permainan dengan efektif.
Marcos menilai kemenangan tersebut layak didapatkan Persik. Namun, ia mengakui pertandingan pada babak kedua berjalan berbeda setelah Madura United harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah.
“Pada babak pertama, pertandingan berjalan lebih normal. Kami menjalankan rencana permainan dan bermain dengan baik hingga mampu mencetak dua gol,” ujarnya.
Memasuki babak kedua, Persik mengubah pendekatan permainan dengan menggunakan formasi empat pemain belakang. Meski unggul jumlah pemain, Marcos menilai timnya belum mampu menciptakan banyak peluang tambahan.
Menurutnya, Persik sebenarnya ingin menghasilkan lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol. Namun, situasi pertandingan membuat tim harus bermain lebih cermat demi mempertahankan keunggulan.
“Pada babak kedua, pertandingan menjadi berbeda karena mereka bermain dengan 10 pemain. Kami tidak menciptakan banyak peluang, padahal saya ingin tim menghasilkan lebih banyak kesempatan. Namun, dalam pertandingan seperti ini, kami harus pintar menjaga tiga poin,” jelasnya.
Marcos juga mengungkapkan bahwa strategi Persik disusun berdasarkan analisis terhadap pertandingan Madura United sebelumnya. Tim pelatih melihat Madura United berpotensi mengalami kesulitan ketika mendapat tekanan intensif dari lawan.
Karena itu, Persik berupaya mendominasi sektor tengah dan memberikan tekanan untuk mengganggu pola permainan lawan. Strategi tersebut dinilai berjalan baik sehingga Persik mampu mengendalikan pertandingan.
Meski demikian, Marcos menegaskan kartu merah yang diterima Madura United bukanlah sasaran utama strategi timnya. Menurutnya, Persik hanya berusaha mengantisipasi permainan lawan dan menjalankan pendekatan taktis yang telah disiapkan.
Dalam pertandingan tersebut, Persik juga melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua untuk menjaga keseimbangan tim. Marcos menjelaskan, keputusan tersebut lebih didasarkan pada kebutuhan taktis, termasuk kondisi kebugaran pemain dan risiko kartu kuning.
Ia menegaskan tidak memilih pemain hanya berdasarkan usia, melainkan kualitas dan kesiapan mereka ketika dibutuhkan tim.
“Saya tidak memilih mereka karena masih muda, tetapi karena mereka pemain yang bagus. Yang terpenting, ketika kami membutuhkan mereka, mereka harus siap. Hari ini mereka siap dan membantu kami menjaga tiga poin,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Persik Kediri, Dzakiy Ashraf, mengapresiasi dukungan suporter dan kepercayaan pelatih yang memberinya kesempatan bermain pada babak kedua. Ia menyebut kemenangan atas Madura United merupakan hasil kerja keras tim selama latihan dan menjalankan instruksi pelatih.
“Alhamdulillah, kami meraih hasil maksimal. Ini hasil terbaik bagi Persik Kediri,” pungkasnya.
