Kediri – Persik Kediri harus bekerja keras untuk menaklukkan tamunya PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya Kediri, Kamis (5/3) malam. Sempat tertinggal lebih dulu, tim berjuluk Macan Putih akhirnya mampu membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1.
Sejak babak pertama dimulai, Persik Kediri langsung tampil menekan dan menguasai jalannya pertandingan. Tim tuan rumah terus mengurung pertahanan PSBS Biak dengan sejumlah peluang berbahaya.
Tercatat Persik mampu menciptakan dua kali shot on goal, sementara tim tamu hanya sekali mengancam gawang tuan rumah. Dominasi Macan Putih juga terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 76 persen serta empat kali kesempatan sepak pojok.
Meski tampil dominan, hingga wasit asal Jepang Yudai Yamamoto meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap bertahan imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, justru tim tamu yang lebih dulu memecah kebuntuan. Pada menit ke-48, pemain asing PSBS Biak asal Kolombia, Ruyeri Blanco, berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti Persik Kediri.
Tertinggal satu gol membuat Persik Kediri meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Marcos Reina Torres kemudian melakukan perubahan strategi dengan memasukkan striker Rodrigo Dias untuk menambah daya gedor lini depan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79. Hamra Hehanusa berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSBS Biak.
Momentum kebangkitan Persik berlanjut menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-88, Muhammad Firly sukses mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan peluang di area pertahanan lawan.
Skor 2-1 untuk keunggulan Persik Kediri bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku senang timnya mampu meraih kemenangan dalam laga yang berlangsung sulit.
“Senang bisa meraih kemenangan di pertandingan yang sulit. Kiper Biak tampil sangat bagus sehingga kami harus bekerja ekstra keras. Memang ada kesalahan di lini belakang, tapi tim bisa bangkit dan membalikkan keadaan,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan memainkan dua striker menjadi bagian dari strategi untuk menembus pertahanan rapat tim tamu.
“Pemain bertahan mereka bekerja keras untuk menahan serangan kami. Kami mencoba menambah striker dan akhirnya bisa mencetak gol. Itulah sepak bola,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Persik Kediri Rifqi Ray Farandi mengaku bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan bermain sebagai bek kiri dan membantu tim meraih kemenangan.
“Terima kasih atas kepercayaan bermain sebagai back kiri. Alhamdulillah kami bisa meraih tiga poin di kandang, semoga ini menjadi tren positif untuk pertandingan berikutnya,” katanya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









