Kediri – Polres Kediri Kota memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar upacara dan tasyakuran di Balai Kota Kediri, Rabu (1/7). Peringatan yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” itu menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, tema Hari Bhayangkara tahun ini menjadi pengingat bahwa Polri harus terus berbenah meski menyadari pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya sempurna.
“Kami merasa sampai saat ini belum sempurna. Tapi yakinlah, setiap hari kami selalu melakukan perubahan dan perbaikan menuju kesempurnaan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Anggi, tantangan terbesar Polri ke depan adalah berkembangnya kejahatan berbasis teknologi informasi. Kejahatan siber dinilai semakin kompleks karena tidak mengenal batas wilayah dan memanfaatkan kemudahan akses internet.
“Ke depan tantangan terbesar adalah kejahatan IT. Sekarang semua orang memegang gadget dan menggunakan internet, sehingga jika memiliki niat jahat dapat memanfaatkannya untuk melakukan kejahatan. Penipuan online, scam, dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya menjadi tantangan yang harus kami hadapi,” jelasnya.
Sementara itu, di wilayah Kota Kediri, Anggi menyebut kejahatan konvensional masih didominasi kasus pencurian, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Meningkatnya jumlah kendaraan yang beredar di masyarakat turut menjadi faktor yang memicu tindak kriminal tersebut.
“Di Kota Kediri, kejahatan konvensional masih didominasi pencurian kendaraan bermotor. Semakin banyak kendaraan yang dimiliki masyarakat, tentu potensi tindak kriminal juga meningkat. Ini menjadi perhatian kami,” katanya.
Menjelang mutasinya sebagai Kasubbaglekdikbangum Baglekdik Rodalpers SSDM Polri, AKBP Anggi mengaku memiliki kesan mendalam selama memimpin Polres Kediri Kota. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat di Kota Kediri berjalan dengan sangat baik.
“Yang paling berkesan, Kota Kediri ini rukun. Semuanya berjalan harmonis. Hal seperti ini belum tentu bisa saya dapatkan di kota atau kabupaten lain,” ungkapnya.
Dalam upacara tersebut, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri atas dedikasi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Dalam amanat itu ditegaskan bahwa tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi pengingat bahwa seluruh pengabdian Polri bermuara pada pelayanan terbaik melalui perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang profesional.
Presiden juga menekankan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks seiring dinamika global, mulai dari perang siber, kejahatan transnasional, hingga pesatnya perkembangan teknologi informasi. Karena itu, Polri dituntut tidak hanya bekerja secara reaktif, tetapi juga prediktif, adaptif, profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjawab harapan masyarakat.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga diharapkan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah, seperti ketahanan pangan, pemberantasan narkoba dan judi online, serta menjaga iklim investasi nasional. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi penguatan komitmen Polri untuk terus berbenah sehingga semakin dipercaya masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat hari Bayangkara yang ke-80. Yang hari ini Polri terus berbenah untuk ke depan semoga Polri semakin bisa diterima di tengah-tengah masyarakat melakukan pengabdian terbaiknya untuk masyarakat,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










