Kediri – Menjelang pelaksanaan Dhoho Night Carnival (DNC) 2025, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Dhoho. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin menikmati kemeriahan karnaval malam terbesar di Kota Kediri tersebut.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh Ridwan, menjelaskan bahwa penataan dilakukan khusus bagi PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Dhoho karena lokasi tersebut menjadi jalur utama pelaksanaan DNC.
“Relokasi PKL terdampak kita arahkan ke titik nol di depan Balai Kota dan sebagian di dalam area Balai Kota Kediri. Sementara untuk PKL dari luar kawasan terdampak, tidak kita fasilitasi secara khusus,” jelasnya, Rabu (12/11).
Ridwan menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan kawasan Jalan Dhoho agar bebas PKL selama acara berlangsung. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman dan aman.
“Kita ingin jalan itu steril dari pedagang agar masyarakat bisa leluasa menyaksikan Dhoho Night Carnival. Penataan ini sifatnya sementara dan saat ini sedang kita komunikasikan kepada para PKL,” ujarnya.
Selain kepada PKL, Disperdagin juga telah menyampaikan imbauan kepada para pemilik toko di sepanjang Jalan Dhoho terkait aktivitas DNC.
“Kami sudah menginformasikan bahwa selama acara akan ada pengalihan arus dan keramaian pengunjung. Jadi, silakan bila toko ingin tetap buka, tapi juga tidak masalah kalau ingin tutup sementara. Kami hanya mengimbau agar sementara waktu ditutup demi kelancaran kegiatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ridwan mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) sebagai penyelenggara kegiatan, guna memastikan pelaksanaan DNC berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.










