Kediri – Patung Macan Putih yang menjadi ikon Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, rencananya akan diangkat ke dalam sebuah film layar lebar. Rencana tersebut disampaikan oleh Harianto, sutradara sekaligus penulis skenario, usai meminta izin langsung kepada Kepala Desa Balongjeruk pada Kamis (15/1).
Harianto mengatakan, pemilihan Patung Macan Putih sebagai latar dan sumber cerita film bukan tanpa alasan. Menurutnya, patung tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar jika dikemas melalui karya film.
“Dari sisi perfilman, di situ ada potensi ekonomi yang sangat besar untuk masyarakat. Selain itu, viral itu ada masanya. Film ini kami coba untuk memperpanjang memori dan dampak viral tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, film ini juga akan memuat pesan-pesan moral, khususnya terkait isu perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan sosial, termasuk di sekolah. Hal ini terinspirasi dari respons awal masyarakat terhadap keberadaan patung yang sempat menuai cibiran.
“Awalnya patung ini kan sempat dibuli. Dari situ saya ingin menyampaikan pesan bahwa sesuatu yang berbeda itu bukan untuk disingkirkan. Ini akan disampaikan dari sudut pandang anak-anak dan keluarga,” jelasnya.
Menurut Harianto, antusiasme anak-anak yang datang ke lokasi patung menjadi alasan kuat film ini menyasar segmen keluarga. Selain itu, film juga akan menyelipkan unsur sejarah, termasuk asal-usul berdirinya Patung Macan Putih Balongjeruk.
Dalam proses produksi, pihaknya berkomitmen melibatkan warga desa secara aktif. Sekitar 70 persen pemeran akan berasal dari warga setempat, sementara 30 persen kru produksi juga akan melibatkan masyarakat desa.
“Kami tidak ingin kehadiran syuting justru mengganggu. Justru harus membantu dan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar,” tegasnya.
Rencananya, proses syuting akan dimulai pada akhir Maret 2026. Saat ini, tim masih berada pada tahap praproduksi, termasuk penjajakan dengan vendor, produser, serta persiapan open casting, penyesuaian lokasi, dan uji peralatan. kin/mg
Harianto menambahkan, untuk sementara dirinya berperan sebagai penulis skenario dan sutradara. Namun posisi tersebut masih bisa berubah, tergantung pada rumah produksi yang nantinya bergabung, termasuk jika ada PH dari luar daerah.
“Untuk sementara saya di penulis dan sutradara, tapi bisa berubah nanti tergantung kebutuhan produksi,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










