Kediri – Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni yang telah menjadi identitas Desa Balongjeruk, patung Macan Putih yang unik dan sempat viral kini resmi memiliki hak cipta atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Penyerahan sertifikat HKI tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto pada Selasa (13/1) didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kediri, Agus Sugiarto.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Haris Sukamto, mengatakan bahwa sertifikat HKI atas patung macan putih ini merupakan bentuk perlindungan terhadap ide, gagasan, dan karya anak bangsa yang lahir dari Desa Balongjeruk.
“Semoga dengan adanya sertifikat ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi Desa Balongjeruk,” ujarnya.
Haris menambahkan, pemberian sertifikat HKI ini juga menjadi wujud kehadiran negara dalam melindungi hak cipta dan karya masyarakat, khususnya warga pembuat patung macan putih. Ia berharap patung tersebut semakin menguatkan identitas Desa Balongjeruk.
“Ke depan bisa dikomersialisasikan, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ini sudah luar biasa, viralnya juga luar biasa, dan saya yakin telah memberikan dampak positif bagi warga Balongjeruk,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kabupaten Kediri, Agus Sugiarto, menyampaikan bahwa fasilitasi HKI atas seni patung macan putih merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap program Kanwil Kemenkumham Jawa Timur dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis kekayaan intelektual.
“Fasilitasi HKI ini bertujuan memunculkan ekosistem ekonomi kekayaan intelektual serta sebagai wujud perlindungan hukum atas karya seni dan budaya masyarakat desa di Kabupaten Kediri,” jelasnya.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, mengatakan bahwa terkait pengelolaan royalti dari hak cipta tersebut, pihaknya masih akan melakukan musyawarah antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Nanti kami akan membentuk tim jika ada pihak yang memanfaatkan gambar, bentuk, atau hal lain yang berkaitan dengan macan putih. Intinya kami tidak ingin memberatkan siapa pun,” terangnya.
Ia juga menambahkan, untuk terus meramaikan dan menjaga daya tarik patung macan putih, Pemerintah Desa Balongjeruk juga berencana menghadirkan berbagai inovasi kegiatan ke depan agar ikon desa tersebut semakin dikenal luas.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









