Kediri – Kegiatan outing class yang diikuti puluhan santri Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani (MMQ) Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berujung insiden di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (11/6). Seorang santri dilaporkan masih dalam pencarian setelah diduga terseret ombak, sementara satu santri lainnya berhasil diselamatkan.
Pengajar Pondok MMQ, Sapran Hamid, menjelaskan rombongan berangkat pada Rabu (10/6) sore untuk mengikuti kegiatan camping dan liburan yang menjadi agenda pondok.
“Kemarin berangkat sekitar 25 santri. Mereka menginap di Masjid Husnul Khatimah di wilayah Bedali, Kecamatan Ngancar,” kata Sapran, Kamis (11/6).
Keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pangi. Namun sekitar pukul 10.58 WIB, Sapran menerima telepon dari salah satu pendamping yang mengabarkan adanya insiden di lokasi wisata tersebut.
“Saya mendapat telepon dari pendamping di lokasi yang meminta bantuan. Setelah itu saya mendapat informasi ada santri yang mengalami insiden di pantai,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, dua santri mengalami kondisi darurat saat berada di area pantai. Salah seorang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sedangkan satu santri lainnya hingga Kamis sore masih dalam proses pencarian.
Santri yang selamat sempat mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sesak napas dan menggigil akibat kejadian tersebut.
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan mendapatkan penanganan medis,” kata Sapran.
Data Laporan Cepat Bidang Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat peristiwa itu terjadi di kawasan Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung. Rombongan Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani diketahui sedang melaksanakan kegiatan outing class saat insiden terjadi.
Petugas kesehatan melaporkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun dievakuasi ke UPT Puskesmas Bakung dalam kondisi sadar dengan keluhan menggigil dan sesak napas. Setelah mendapatkan penanganan, kondisi korban dinyatakan stabil.
Sementara itu, seorang anak perempuan berusia 9 tahun hingga Kamis sore masih dalam pencarian oleh nelayan, relawan, warga setempat, dan tim gabungan yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Sapran, sebagian besar santri lainnya telah dipulangkan ke Kediri. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma dan kesedihan bagi para peserta outing class.
“Mereka tentu syok dan sedih atas kejadian yang menimpa temannya. Kami berharap korban segera ditemukan,” ujarnya.
There is no ads to display, Please add some









