Kediri – Peternak sapi asal Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Imam Basori mengaku bangga sekaligus terkejut setelah sapi ternaknya dipilih menjadi hewan kurban Presiden RI pada Idul Adha tahun ini.
Sapi jenis simental dengan bobot mencapai 880 kilogram itu dibeli dengan harga sekitar Rp84 juta setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan penilaian ketat dari dinas terkait.
Imam Basori mengatakan awalnya dirinya tidak mengetahui adanya program pengadaan sapi kurban Presiden. Ia baru mengetahui setelah petugas dari Dinas Peternakan datang langsung ke kandangnya untuk melakukan pengecekan.
“Awalnya juga kaget, belum tahu kalau ada program ini. Dari Dinas Peternakan datang ke kandang, lihat sapi, karena biasanya juga vaksin ke tempat saya,” ujarnya Selasa (26/5).
Menurutnya, sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan mulai dari ukuran tubuh, lingkar badan hingga kondisi kesehatan sebelum akhirnya dinyatakan layak menjadi sapi kurban Presiden.
Ia menyebut perawatan sapi dilakukan secara intensif sejak lama. Bahkan proses penggemukan sapi membutuhkan waktu hingga dua tahun agar mencapai bobot maksimal.
“Kalau yang ini saya rawat sekitar dua tahun. Pakannya juga kami olah sendiri, jadi kualitasnya terjamin,” katanya.
Imam menjelaskan sapi simental banyak diminati untuk hewan kurban karena memiliki postur besar, kualitas daging yang bagus serta karakter yang tidak agresif.
“Jenis simental ini bagus buat daging dan sapinya juga tidak galak,” tambahnya.
Di kandangnya, Imam memang fokus pada penggemukan sapi-sapi berukuran besar. Beberapa sapi bahkan mampu mencapai bobot lebih dari satu ton. Ia mengatakan sebelumnya juga pernah menjual sapi dengan berat sekitar satu ton.
“Yang kemarin sudah keluar itu satu ton,” ungkapnya.
Selain memelihara sejak kecil, Imam juga membeli sapi dengan bobot awal 400 hingga 500 kilogram untuk kemudian digemukkan hingga mencapai ukuran maksimal.
Perawatan dilakukan rutin mulai dari pemberian pakan konsentrat hingga memandikan sapi pagi dan sore hari agar kondisi ternak tetap sehat dan prima.
“Kalau perawatannya ya dimandikan pagi sore, pakannya juga dijaga,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










