Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) optimalisasi media sosial bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, kecamatan, serta Karang Taruna, sebagai upaya memperkuat branding positif Kota Kediri di Pasar Setonobetek lantai 2 pada Senin (9/2).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta agar mampu menyusun narasi positif dan menarik tentang Kota Kediri, khususnya dalam memperkenalkan potensi sejarah, budaya, dan pariwisata kepada masyarakat luas.
“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap anak-anak Karang Taruna, pegawai kecamatan, hingga kelurahan dapat membuat narasi positif tentang Kota Kediri. Kita harus memperkenalkan potensi yang ada, mulai dari sejarah, budaya, hingga pariwisata,” ujar Wali Kota.
Ia menekankan bahwa Kota Kediri merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, dengan usia mencapai 1.146 tahun, dan fakta sejarah tersebut perlu disebarluaskan secara masif melalui media sosial.
“Sejarah dan budaya Kota Kediri harus kita bagikan ke masyarakat luar, agar mereka tertarik berkunjung, belajar, dan ikut melestarikan budaya kita. Ini bukan hanya milik warga Kediri, tetapi juga bagian dari identitas Indonesia yang harus dijaga bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program optimalisasi media sosial di lingkungan pemerintah daerah.
“Hari ini fokus pada Karang Taruna, setelah sebelumnya OPD. Kami melihat masih ada akun media sosial OPD yang tidak aktif bahkan lupa kata sandinya sejak tahun 2020. Maka perlu pendampingan dan motivasi agar media sosial OPD, kelurahan, kecamatan, dan Karang Taruna bisa aktif kembali,” jelasnya.
Adi Sutrisno menambahkan, ke depan akan didorong kolaborasi antarakun media sosial pemerintah dan komunitas, agar penyampaian informasi tidak berjalan bersama.
“Sekarang zamannya kolaborasi. Posting OPD, kelurahan, kecamatan, dan Karang Taruna bisa saling terhubung agar pesannya lebih kuat dan jangkauannya lebih luas,” katanya.
Dalam Bimtek ini, peserta dibekali materi tentang pembuatan konten media sosial yang menarik, tidak mudah dilewati, serta mampu menyampaikan pesan dengan efektif tanpa hanya mengejar jumlah like dan komentar.
Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Adi Kusumo, Kepala Sekolah Kelas Pagi sekaligus pegiat media sosial, serta Hadianto, pegiat film dan tokoh Karang Taruna.
“Peserta juga akan terus didampingi melalui kegiatan nonformal seperti diskusi santai dan ngopi bareng, agar pendampingan berkelanjutan sampai media sosial OPD dan Karang Taruna benar-benar aktif dan eksis,” pungkas Adi Sutrisno.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









