Kediri – Berawal dari kegelisahan seorang ibu yang resah anaknya sulit makan, kini lahir sebuah usaha kuliner unik di Kota Kediri bernama Bruletta.id. Ia Wigha Wini Syamsudin (28), perempuan kelahiran 14 Juli 1997, yang kini dikenal lewat produk pasta homemade yang kids friendly.
“Inspirasinya dari anakku yang GTM (gerakan tutup mulut). Dia susah makan, maunya cuma pasta instan bayi,” kenang Wigha.
Khawatir dengan asupan gizi sang anak, ia pun berinisiatif membuat pasta sendiri di rumah. “Akhirnya aku bikin sendiri. Dua hari sekali masak, dan ternyata anakku suka,” ujarnya.
Dari situlah, Wigha mulai belajar lebih serius tentang masak-memasak. Padahal sebelumnya, ia sama sekali tak punya latar belakang kuliner. “Aku dulu dosen. Baru belajar masak setelah menikah, itu pun belajar dari HP, nonton konten chef yang fokus di makanan western,” ungkapnya.
Momentum penting datang saat Ramadan tahun ini. Melihat tren hampers makanan yang marak, Wigha pun mencoba membuat hampers berisi pasta buatannya sendiri. “Aku lihat di Kediri belum ada hampers pasta. Akhirnya aku memberanikan diri jual hampers, meski cuma sempat dua minggu sebelum Lebaran,” tuturnya.
Meski saat itu belum mendapatkan keuntungan karena harga jual yang masih rendah, langkah tersebut menjadi awal pengenalan Bruletta.id ke masyarakat. “Awalnya cuma hampers, belum ada penjualan reguler. Setelah Lebaran baru aku kembangkan ke menu reguler karena ternyata masih banyak yang cari,” ujarnya.
Kini, Bruletta.id menawarkan berbagai menu andalan seperti spaghetti brulee yang menjadi signature dish, mac and cheese, makaroni schotel, dan lasagna yang menjadi best seller. Semua produk dibuat segar setiap kali ada pesanan. “Semuanya made by order, gak ada yang defrozen. Begitu ada order, langsung aku masak. Biasanya sekitar 30–90 menit baru bisa dikirim lewat kurir,” jelasnya.
Keunggulan lain Bruletta.id adalah konsep freshly homemade dan ramah untuk anak-anak. “Karena anakku juga makan tiap hari, jadi semua bahannya aman. Bahkan saus bolognese-nya pun aku buat sendiri dari tomat asli,” tutur Wigha.
Untuk bahan-bahan tertentu seperti Italian herbs, Wigha masih harus memesannya secara daring karena sulit didapat di Kediri. Meski begitu, ia tetap menjaga kualitas rasa agar mendekati autentik. “Aku dulu sempat tinggal di Surabaya, jadi tahu banyak varian pasta dan pengin menghadirkan rasa yang mendekati autentik tapi tetap cocok di lidah keluarga Indonesia,” ujarnya.
Dengan konsep yang unik dan pesaing yang masih sedikit di Kediri, Wigha percaya diri membranding usahanya sebagai “First Pasta Specialist in Kediri.”
“Masih jarang banget yang jual pasta dengan banyak varian dan fokus di produk pastanya. Itu kenapa aku berani kasih label first pasta specialist in Kediri di Instagram Bruletta.id,” ungkapnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










