Kediri – Di usianya yang menginjak 70 tahun, Budi Darma masih setia mengurus usaha susu sapi Karunia yang ia bangun sejak 1989 di kawasan Pakelan, Kota Kediri. Meski aktivitasnya kini tak sepadat dulu, semangatnya menjaga kualitas susu tetap tak pudar.
Budi memulai usaha peternakan ini dari nol, hanya bermodal 12 ekor sapi dan satu karyawan. “Saya mulai dari bawah, dulu sampai pernah disepak sapi hingga dirawat di rumah sakit. Tapi semua proses itu saya jalani dengan sabar,” ungkapnya Jumat (3/10).
Kini, susu sapi Karunia miliknya telah menjadi salah satu pemasok susu segar terpercaya di berbagai daerah. Produk olahannya melayani konsumen dari Kediri, Malang, Surabaya, Madiun, Solo hingga Klaten. Bahkan, beberapa instansi besar seperti Pondok Pesantren Tebu Ireng, rumah sakit, hotel, pabrik roti Orion, hingga pembibitan jagung mempercayakan suplai susu dari Budi.
“Kalau Tebu Ireng itu ambil sebulan sekali. Kami tetap jaga kualitas. Harga memang lebih mahal, tapi kami tidak mau kompromi dengan mutu. Susu ini tujuannya untuk kesehatan dan meningkatkan intelektual, jadi tidak boleh asal murah,” tegasnya.
Di masa jayanya, peternakan ini mampu memproduksi hingga 1.500 liter susu per hari dengan populasi sapi mencapai 280 ekor. Kini, produksi harian berkisar 200 hingga 250 liter. “Volume menurun, karena usia saya sudah lanjut, tapi pelayanan tetap kami pertahankan,” ujarnya.
Budi menuturkan, setiap proses pengolahan dilakukan dengan cermat mulai dari pemerahan, pengecekan kualitas, hingga pengemasan. “Susu itu sensitif terhadap bau dan kebersihan. Ambing sapi harus dibersihkan, pemerahan tidak boleh dilakukan sambil merokok, dan hasilnya selalu diuji,” jelasnya.
Ketekunannya menjaga kualitas membuat banyak pelanggan bertahan hingga puluhan tahun. “Saya tidak mau rugi, tapi juga tidak mau menipu. Kualitas tetap nomor satu,” imbuh pria kelahiran 5 Desember 1955 ini.
Meski keempat anaknya kini menetap di luar daerah bahkan ada yang di Australia Budi tetap memilih bertahan mengelola usaha ini. “Anak-anak tidak ada yang mau kembali ke Kediri. Tapi saya masih ingin melayani masyarakat lewat peternakan ini,” katanya tersenyum.
Selain memproduksi susu siap minum dengan berbagai rasa, Budi juga membuka kesempatan magang bagi siswa SMK setiap tahunnya. “Ada tiga anak magang di sini. Mereka belajar proses pengolahan susu, tinggal di lokasi, dan ikut praktik langsung,” jelasnya.
Dari perjalanan panjangnya, Budi Darma membuktikan bahwa ketekunan, kejujuran, dan komitmen terhadap kualitas menjadi kunci bertahan di tengah gempuran industri besar. “Tidak ada usaha yang lancar tanpa kendala. Tapi kalau kita kerja dengan hati, rezeki akan datang sendiri,” tutupnya.kin/mg










