Kediri – Gelaran Kediri Financial Festival (FinFest) 2025 resmi dibuka, Sabtu (18/10) malam, di Balai Kota Kediri. Acara yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri ini mengusung tema “Sustainability Finance: Empowering Kediri Economy”, sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menegaskan bahwa FinFest bukan sekadar ajang pameran, tetapi ruang kolaborasi untuk mempersempit kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
“Malam ini kita tidak hanya membuka pameran, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat Kediri, bahwa akses keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan adalah hak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.
Ismirani menyebut, berdasarkan survei nasional, tingkat literasi keuangan masyarakat saat ini baru mencapai 66,5%, sedangkan inklusi keuangan sudah di angka 80,5%. “Masih ada kesenjangan yang perlu dijembatani bersama. Karena itu, bulan inklusi keuangan seperti FinFest menjadi salah satu upaya strategis untuk menutup gap tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Kediri Qowimmudin Thoha menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, LPS, dan lembaga jasa keuangan lainnya menjadi kunci penting untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal.
“Kolaborasi ini penting, karena lebih dari sekadar urusan angka dan transaksi keuangan. Ini tentang penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan,” kata Qowim.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sehat tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola.
“Melalui FinFest, kami ingin masyarakat lebih melek keuangan, mudah mengakses layanan, serta mandiri dalam mengelola keuangan pribadi maupun usaha,” ungkapnya.
Kediri FinFest 2025 menghadirkan 32 booth lembaga jasa keuangan dan 36 booth UMKM binaan Pemkot Kediri serta LJK, dengan beragam kegiatan seperti edukasi literasi untuk pelajar, penyandang disabilitas, petani, lomba booth, hingga content competition.
Ismirani juga menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk mengenal produk keuangan secara langsung.
“FinFest adalah bukti nyata bahwa literasi dan inklusi keuangan bisa tumbuh bersama. Kita ingin masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mampu memanfaatkan akses keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. kin/mg









