Kediri – Julukan Kampung Pecut yang disematkan pada Kelurahan Kemasan bukan tanpa alasan, dari kampung ini lahir para seniman Pecut Samandiman lintas generasi baik laki-laki maupun perempuan yang kini dikenal luas di Kota Kediri dan sekitarnya.
Adalah Mohammad Hanib (58), yang menjadi sosok penting di balik popularitas Pecut Samandiman. Sejak 2014, ia gigih memperkenalkan pertunjukan pecut khas Kediri ke berbagai daerah, meski sempat diremehkan banyak orang. “Awalnya, saya ke desa-desa untuk memainkan jaranan juga membawa Pecut Samandiman,” kata Hanib.
Meski banyak yang menilai pertunjukan pecut kurang menarik, Hanib tak pernah surut semangat. Ia meyakini bahwa Pecut Samandiman memiliki nilai sejarah dan legenda yang sangat kuat di hati masyarakat Kediri.
“Legendanya, itu Pecut Samandiman adalah pusaka yang bisa mengalahkan raja dari Lodoyo Blitar, sang Singo Barong,” ujarnya.
Menurutnya, Pecut Samandiman artinya “sakjane mandi tenan” itulah yang diyakini Hanib mampu mengangkat pamor Pecut Samandiman hingga menjadi ikon kebanggaan daerah.
Hanib pun memulai pengenalan pecut dari lingkaran terkecil keluarganya sendiri. Istrinya, Ruli Trisnawati, turut menjadi pemain Pecut Samandiman, sementara dua cucunya yang baru berusia lima dan tujuh tahun sudah ikut beraksi di panggung. “Keluarga saya bisa main pecut semua,” katanya.
Kini, kecintaan terhadap Pecut Samandiman menjalar ke warga Kelurahan Kemasan. Tak hanya kaum pria, para perempuan pun mulai tampil percaya diri memainkan pecut besar yang suaranya menggelegar itu. “Sekarang pemain Pecut Samandiman putri sudah mencapai 15 orang untuk usia dewasa. Sedangkan anak-anak yang antusias bermain pecut mencapai puluhan,” terang Hanib.
Untuk memperkuat identitas kampung, pihak kelurahan bersama warga bahkan memasang lampu jalan berbentuk pecut di sepanjang ruas Kelurahan Kemasan. Lampu setinggi 3,5 meter itu dibuat dari besi, fiberglass, dan pipa galvanis.
Di bagian atasnya terdapat empat topeng berbentuk cincin dengan dua sisi bergambar Panji dan dua sisi lainnya Sekartaji dua tokoh legendaris Kediri.
Meski banyak kemajuan, Hanib mengaku masih ada satu hal yang belum terwujud tempat pertunjukan permanen untuk wisatawan. Ia berharap suatu hari nanti Kelurahan Kemasan bisa menjadi destinasi wisata edukasi pecut.
“Kelak wisatawan yang datang ke sini diedukasi tentang memainkan pecut sampai praktik main pecut bersama seniman,” harapnya.
Selain terus memperjuangkan eksistensi kesenian ini, Hanib juga sempat menyerahkan langsung Pecut Samandiman kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai simbol pelestarian budaya. Kini, Pecut Samandiman bahkan telah resmi terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), meneguhkan statusnya sebagai kebanggaan warga Kediri.kin/mg









