Kediri – Pengunjung Kopi Pagi Pecinan Ngangeni (Kopinang) di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Pakelan, Kota Kediri, dibuat terpukau dengan kehadiran kamera vintage tua.
Kamera langka tersebut merupakan kamera wet plate, teknologi fotografi yang digunakan pada abad ke-19, jauh sebelum kamera film gulungan maupun kamera digital dikenal. Kamera ini dibawa oleh Arif Maulana atau lebih akrab disapa Maul, pegiat fotografi analog dari komunitas Analog Kediri sekaligus pengelola Infinity Lab, satu-satunya laboratorium pencucian roll film di Kediri.
“Ini kamera wet plate, prosesnya sebelum ada roll film. Kameranya saya modifikasi supaya bisa dipakai di sini dan bisa motret instan,” ujar Maul.
Kamera wet plate milik Maul sebelumnya telah di modifikasi agar bisa motret dan hasilnya langsung di kertas foto. Proses pemotretan dilakukan secara manual, mulai dari fokus menggunakan kaca di bagian belakang kamera, pemasangan media foto berupa pelat atau kertas, hingga proses pencucian menggunakan cairan kimia khusus.
Hasil foto yang dihasilkan pun hitam putih dan bersifat sangat otentik, karena tidak bisa diedit maupun disalin secara digital.
“Kalau ini gak bisa di-copy, gak bisa di-edit. Hasilnya ya murni dari proses di sini. Salah ya salah,” jelasnya.
Tantangan lain dari kamera ini adalah sensitivitas cahaya yang sangat rendah, dengan ISO hanya sekitar 3. Dalam kondisi cahaya redup, waktu pemotretan bisa mencapai 8 hingga 10 detik, sehingga objek foto harus benar-benar diam tanpa bergerak sedikit pun.
“Gerak dikit aja, hasilnya bisa blur. Jadi harus benar-benar diam,” tambah Maul.
Maul mengaku telah melakukan berbagai eksperimen sejak 2018 untuk menemukan formula kimia yang tepat agar kamera wet plate ini bisa digunakan. Penampilan di Kopinang ini pun menjadi kali pertama kamera tersebut diperkenalkan ke publik.
“Sebenarnya masih belum pede, karena masih ada gagalnya. Tapi baru hari ini saya berani tampil,” ungkapnya.
Kehadiran kamera vintage ini menambah daya tarik Kopinang sebagai ruang kreatif yang tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga pengalaman budaya dan seni, khususnya bagi pecinta fotografi analog.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










