Kediri – Nama Joko Arianto tidak asing di dunia olahraga taekwondo Indonesia. Pria kelahiran Kediri, 29 Juli 1976, yang kini menjabat sebagai Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri itu pernah mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas di ajang bergengsi Korea Open Taekwondo tahun 2002.
Karier Joko di dunia taekwondo dimulai sejak ia duduk di bangku SMP kelas 3. Saat itu, karena sering berkelahi, orang tuanya mengarahkan dirinya untuk menyalurkan energi ke olahraga bela diri. Dari Jamsaren, Burengan, hingga Ngadirejo, Joko giat berlatih hingga akhirnya menembus level nasional dan bergabung dalam pelatnas Jakarta.
“Alhamdulillah dengan latihan tekun, dari latihan di kampung sampai bisa ikut pelatnas. Dari situ bisa ikut kejuaraan nasional hingga internasional,” ujar Joko.
Prestasi Joko terbilang gemilang. Tahun 1999 ia meraih emas di Pra PON, kemudian perak di PON 2000. Pada 2002 ia menorehkan prestasi internasional dengan membawa pulang emas Korea Open setelah mengalahkan atlet dari lima negara. Tahun 2003 ia kembali meraih emas di Pra PON dan pada PON 2004 menyabet perak. Ia juga sempat membela Indonesia di ajang SEA Games setelah menjalani training camp selama tiga bulan di Korea.
“Yang paling berkesan tentu saat mengalahkan negara lain di Korea Open. Itu pengalaman luar biasa,” kenang putra pasangan Agus Pribadi dan Umi Barokah tersebut.
Seperti atlet lain, cedera menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Joko pernah mengalami retak tulang di tangan usai lima kali bertanding dalam satu kejuaraan. Setelah pensiun, ia tak lepas dari taekwondo. Ia mendirikan klub bernama AGS Taekwondo, yang diambil dari nama orang tuanya sebagai bentuk penghormatan.
“Alhamdulillah AGS berkembang dan melahirkan banyak atlet potensial. Anggotanya sekarang sudah ratusan, bahkan ada yang sampai ikut PON,” ungkapnya.
Tradisi taekwondo pun menurun pada keluarganya. Anak keduanya bahkan turut membela daerah di PON 2024 Sumatera Utara. Saat ini AGS rutin berlatih di Balai Kelurahan Banjaran, Kediri.
Kini, selain mengabdi sebagai Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko tetap memberi perhatian pada pembinaan atlet muda. Ia berpesan agar generasi penerus selalu gigih dalam latihan dan tidak mudah menyerah.
“Semoga atlet-atlet muda tetap semangat, jangan pernah menyerah, dan terus gigih berjuang untuk meraih prestasi,” pesannya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










