Kediri – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri terus memantau progres pengerjaan penggantian lampu di Stadion Brawijaya. Pada Rabu (22/10), Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, melakukan monitoring langsung ke lokasi untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target waktu.
Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan penggantian lampu lama menjadi lampu LED (Light Emitting Diode) yang dinilai lebih efisien dan sesuai dengan standar pencahayaan stadion dan PT LIB.
Indun Munawaroh menjelaskan, saat ini pengerjaan telah memasuki tahap pemasangan braket baru sebagai penyangga lampu.
“Lampu lama atau halogen sudah diturunkan semua. Sekarang tinggal pemasangan braket,” ujarnya.
Pemasangan lampu baru ini menggunakan teknologi LED dengan total 108 unit lampu—terdiri dari 60 unit berdaya 750 watt dan 48 unit berdaya 1.350 watt. Dengan kombinasi tersebut, pencahayaan di Stadion Brawijaya akan meningkat signifikan, yakni mencapai 1.200 lux, dari sebelumnya hanya sekitar 800 lux saat masih menggunakan sistem halogen.
Indun berharap, dengan penggantian lampu halogen ke LED, pencahayaan Stadion Brawijaya akan semakin optimal dan dapat mendukung tim Persik Kediri untuk tetap berhome base di stadion kebanggaan warga Kota Kediri tersebut.
“Target kami setelah dilakukan penggantian lampu baru, maka pencahayaan bisa mencapai 1.300 lux. Ke depan, kami akan terus memonitoring agar proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu,” terangnya.
Sementara itu, Ahmad Sarengat, selaku pihak pelaksana dari PT Reka Bina Bimata, menyampaikan bahwa progres pengerjaan terus dikebut. Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya 12 orang akan ditambah menjadi 16 orang untuk mempercepat proses pemasangan.
“Sesuai klausul kontrak, targetnya selesai tanggal 9 November 2025. Namun karena tanggal 7 November Stadion Brawijaya Kota Kediri terdapat agenda pertandingan, maka kita kebut, minimal tanggal 5 November bisa selesai,” jelas Ahmad










