Kediri – Dinas Pendidikan Kota Kediri memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Salah satu langkah yang kini ditekankan adalah agar guru mencicipi atau memeriksa terlebih dahulu makanan yang akan disajikan kepada siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, saat dikonfirmasi, Selasa (7/10) menjelaskan bahwa langkah ini merupakan deteksi dini untuk memastikan makanan dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan aman bagi anak-anak.
“Guru sebaiknya melihat, mencium, atau mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan ke siswa. Kalau bisa dilakukan deteksi awal, tentu lebih baik agar anak-anak mendapatkan makanan yang benar-benar aman,” ujarnya.
Selain imbauan tersebut, Dinas Pendidikan juga meminta sekolah dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperhatikan cita rasa dan kualitas menu yang disajikan. Mandung menegaskan, rasa yang enak dan tampilan menarik akan membuat siswa lebih antusias menyantap makanan bergizi.
“Kami sudah mengundang seluruh koordinator SPPG untuk berkomitmen memasak dengan cara yang baik dan benar, serta memperhatikan rasa agar anak-anak senang makan,” tambahnya.
Hasil pemantauan Dinas Pendidikan menunjukkan masih ada beberapa menu sayuran seperti buncis dan kubis yang basi. Program MBG di Kota Kediri kini telah menjangkau sekitar 30 ribu siswa di 174 sekolah, meliputi 46 TK, 90 SD, 19 SMP, dan 19 PAUD. Pelayanan dilakukan melalui 21 dapur SPPG yang telah beroperasi aktif di berbagai wilayah.
Dinas Pendidikan menegaskan, pengawasan mutu dan rasa akan terus dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









