Kediri – Dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialami sejumlah siswa PAUD, RA, dan MI Atta’awun, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (27/4).
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan tiga jam setelah menyantap sajian MBG, yang dikelola SPPG Tugurejo Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.
Pada hari itu, menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari terong crispy, ayam suwir kemangi, tahu goreng, salak, dan susu. Berdasarkan data yang dihimpun dari salah satu orang tua siswa, makanan berupa ayam suwir kemangi yang disantap para siswa diduga sudah basi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri yang juga Ketua Satgas MBG Kab Kediri, Solikin, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah penanganan atas kejadian tersebut.
“Sudah dilakukan evakuasi, satgas sudah turun dan cek ke SPPG dan operasional diberhentikan sementara mulai besok,” ujar Solikin, Selasa (28/4).
Ia menambahkan Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. “Dari kemarin sudah ambil sampel juga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Chotib, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian tersebut. “Kalau ada kasus akan kita lakukan evaluasi. Satgas akan turun ke sana untuk melihat apa yang bisa menyebabkan itu,” ujarnya.
Menurut Chotib, operasional SPPG juga dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar. “Kita sudah kerja sama dengan Korwil BGN untuk meminta menghentikan sementara operasional SPPG sampai hasil laboratorium keluar,” katanya.
Ia menjelaskan sampel yang dibawa ke laboratorium berasal dari sisa makanan yang dikonsumsi siswa. Terkait dugaan adanya pelanggaran SOP, Chotib menyebut hal tersebut masih akan dikaji oleh tim satgas.
Chotib menyebut kondisi para siswa yang dirawat berangsur membaik. Menurutnya, para siswa hanya mengalami gejala ringan seperti pusing dan mual.
“Alhamdulillah cepat dilakukan pertolongan sehingga kejalannya tidak sampai memberatkan kondisinya insya Allah aman. Tadi malam itu dirawat-inapkan untuk observasi saja tidak ada kekhawatiran yang ditimbulkan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









