KEDIRI – Maxim Indonesia memberikan tanggapan resmi terkait sejumlah aspirasi yang disampaikan mitra pengemudi di Kediri, mulai dari program Turbo, komisi aplikasi, pendaftaran mitra baru, hingga penyegelan kantor cabang Maxim Kediri dalam rangkaian aksi demonstrasi.
Director Development Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menjelaskan bahwa program Turbo merupakan program opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi.
Menurutnya, program tersebut ditujukan bagi mitra yang ingin mendapatkan prioritas lebih tinggi dalam menerima pesanan selama lima jam dengan biaya tertentu.
“Program Turbo merupakan program yang bersifat opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi,” kata Dirhamsyah dalam keterangan resminya.
Ia menyebut, mitra yang tidak mengikuti program Turbo tetap dapat menerima orderan dan memperoleh penghasilan melalui mekanisme standar distribusi pesanan yang berlaku.
Terkait komisi aplikasi, Maxim menyatakan telah menerapkan komisi sesuai ketentuan yang berlaku, dengan besaran berada pada rentang 0 hingga 8 persen.
Sementara biaya platform, menurut Maxim, telah diperhitungkan dalam tarif dasar dan tidak dibayarkan secara terpisah oleh mitra pengemudi. Biaya tersebut digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan layanan, pengembangan teknologi, serta berbagai fitur dalam aplikasi.
Mengenai pendaftaran mitra pengemudi baru, Maxim menyatakan tetap membuka kesempatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia untuk bergabung.
Namun, perusahaan juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebutuhan mitra di setiap wilayah dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan layanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah mitra pengemudi dengan kebutuhan pengguna atau supply and demand.
“Seiring dengan perkembangan pasar dan meningkatnya popularitas layanan Maxim, jumlah pesanan juga terus bertumbuh. Oleh karena itu, pertumbuhan jumlah mitra pengemudi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan layanan dan kebutuhan pengguna,” jelasnya.
Sementara itu, Maxim juga menanggapi penyegelan kantor cabang Maxim Kediri yang dilakukan dalam rangkaian aksi demonstrasi.
Perusahaan menjelaskan, kantor operasional Maxim tidak hanya menjadi tempat aktivitas perusahaan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat layanan, pelatihan, serta sarana komunikasi bagi mitra pengemudi dan pelanggan.
“Setiap tindakan penertiban terhadap fasilitas operasional seharusnya dilakukan secara hati-hati, melalui dialog, serta sesuai dengan prosedur dan kewenangan yang berlaku,” ujar Dirhamsyah.
Maxim menegaskan tetap menghormati berbagai masukan, kritik, dan saran yang disampaikan para mitra pengemudi. Setiap aspirasi tersebut akan dicermati dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.
Perusahaan juga mendorong seluruh pihak menyampaikan aspirasi melalui ruang dialog yang inklusif.
“Maxim juga akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan baik bagi pengguna maupun mitra pengemudi,” katanya.
Maxim memastikan layanan tetap berjalan normal dan masyarakat masih dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi.
Perusahaan juga mengimbau para pengemudi untuk tidak mudah terprovokasi serta tetap menjaga ketertiban umum.
