Kediri – Kontingen Pramuka Kota Kediri yang mengikuti Perkemahan Garuda se-Jawa Timur di Coban Talun menampilkan kesenian khas daerah dengan mengangkat legenda Gunung Kelud, yakni kisah Lembu Suro dan Dewi Kilisuci. Pertunjukan ini menjadi salah satu bagian dari malam pentas seni antar-Kwarcab yang digelar di lingkungan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur.
Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa penampilan tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus promosi potensi wisata daerah.
“Anak-anak menampilkan kisah Gunung Kelud karena mengambil sejarah Kediri Raya. Filosofinya diambil dari kisah Lembu Suro dan Dewi Kilisuci, sekaligus memperkenalkan wisata seperti Goa Selomangleng dan Gunung Kelud,” ujar Adi, Rabu (29/10).
Adi menambahkan, kegiatan di lokasi perkemahan merupakan rangkaian Perkemahan Garuda se-Jawa Timur, yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti pemantapan, pionering, dan ketangkasan pramuka.
“Setiap Kwarcab menampilkan kesenian daerah masing-masing. Dari Kota Kediri, satu regu putra dan satu regu putri, total sekitar 18 peserta, turut serta. Mereka sudah dipersiapkan dengan baik, termasuk bekal kesehatan dan vitamin,” ungkapnya.
Selama kegiatan, kondisi para peserta dilaporkan sehat dan tetap semangat meski hujan terus mengguyur lokasi perkemahan. Kegiatan dijadwalkan berakhir pada Jumat pagi (31/10) dengan acara penutupan.
Selain menampilkan seni budaya, para peserta juga menjalani pelatihan menuju Pramuka Garuda tingkat Internasional.
“Mereka ini bukan lagi di level nasional. Ke depan, akan disiapkan untuk kegiatan di tingkat internasional, mungkin pada jambore dunia berikutnya,” tambah Adi.
Sebelum tampil, para anggota Pramuka Kota Kediri berlatih selama dua minggu di Kwarcab setempat. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari peserta lain karena mampu menggabungkan unsur legenda lokal dan semangat kebudayaan.kin/mg










