Kediri – Dua orang pendaki dilaporkan tersesat saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan Bukit Klotok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin malam (29/9). Laporan kejadian diterima Pusdalops PB BPBD Kota Kediri melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 20.04 WIB.
Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto menjelaskan, kedua pendaki tersebut diketahui bernama Satria (21), warga Kelurahan Lirboyo, dan Vino (21), warga Perum Graha Kota. Keduanya tersesat saat berusaha turun dari jalur pendakian.
“Kronologi bermula ketika survivor mengambil jalur turun dari arah Selogajah dan memutuskan menggunakan jalur pintas guna mempercepat perjalanan. Namun, karena tidak memahami medan dan hanya mengikuti jalur yang terlihat, mereka justru menemui jalan buntu di kawasan Lembah Tretes,” ujarnya.
Merasa tersesat, survivor kemudian memutuskan kembali menuju titik awal di Puncak Bengkah sambil menghubungi layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 untuk meminta bantuan apabila kondisi memburuk atau kembali kehilangan arah.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Pusdalops PB BPBD Kota Kediri segera melakukan verifikasi dan berkoordinasi dengan survivor. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Kediri kemudian melakukan pendakian menuju Pos 1 Proliman sebagai langkah siaga dan antisipasi apabila diperlukan tindakan evakuasi darurat,” tambah Joko.
Sekitar pukul 21.40 WIB, survivor berhasil bertemu dengan tim URC BPBD Kota Kediri. Kedua pendaki ditemukan dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera serius. Cuaca di sebagian wilayah Kota Kediri saat itu terpantau hujan ringan.
Tim saat itu menyatakan tidak terdapat kebutuhan mendesak maupun kendala selama proses penanganan kejadian. Selain itu, tidak ada unsur tambahan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Joko Arianto selaku Kalaksa BPBD mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar memiliki pengetahuan dan persiapan yang memadai sebelum melakukan kegiatan di alam terbuka. Pemahaman jalur, kondisi cuaca, serta manajemen waktu dinilai penting guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
“Perlu adanya pengetahuan yang cukup terkait kegiatan di alam terbuka agar terhindar dari situasi yang tidak diinginkan,” pungkasnya.kin/mg










