Kediri – Pelaksanaan umroh dari Bandara Dhoho Kediri semakin dekat setelah PT Surya Dhoho Investama (SDHI) memastikan minat tinggi maskapai asing dan kesiapan teknis bandara. Dalam pertemuan yang digelar di bandara, sebanyak 28 dari 34 maskapai asing hadir, termasuk Saudi Arabia Airlines, Singapore Airlines, ANA, hingga Turkey Airlines.
Direktur PT SDHI, Maksin Arisandi, menyebut tingginya kehadiran maskapai menunjukkan ketertarikan kuat untuk membuka peluang bisnis di Kediri. “Dengan lebih dari 80 persen maskapai hadir, kami melihat bahwa mereka sangat tertarik melihat potensi Bandara Dhoho,” ujarnya.
Maksin menjelaskan bahwa penerbangan umroh dapat dimulai kapan saja karena tidak memerlukan fasilitas asrama haji seperti pemberangkatan haji. Menurutnya, hanya ada tiga komponen utama yang harus terpenuhi kesiapan bandara, ketersediaan maskapai, dan jumlah jamaah.
Dua komponen sudah dinilai siap, mulai dari fasilitas Bandara Dhoho hingga tingginya antusiasme biro perjalanan umroh. “Jamaahnya ada, bandara siap. Hari ini teman-teman travel tinggal menunggu siapa yang memulai,” katanya.
Salah satu maskapai yang menjadi kandidat kuat membuka rute Kediri-Jeddah atau Kediri–Madinah adalah Flyadeal Airlines dari Arab Saudi. Maskapai ini disebut siap terbang mulai Desember atau Januari, namun masih menyelesaikan sejumlah regulasi dari otoritas penerbangan.
Maksin menyebut proses administrasi kini berada di tahap akhir. “Surat dari GACA (penerbangan sipil Arab Saudi) sudah keluar, sekarang sedang di Embassy Arab Saudi di Jakarta. Kalau sudah selesai dan masuk ke Kementerian Perhubungan, siap,” ungkapnya.
Karena musim puncak umroh berlangsung hingga Februari, pihaknya berharap penerbangan umroh bisa dimulai awal tahun. Maksin menilai penerbangan perdana atau trial flight ini akan menjadi penentu perkembangan Bandara Dhoho. “Kalau terbang perdana sukses, itu menjadi tonggak penting. Saya yakin aka banyak dilirik maskapai asing maupun domestik,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi, Irfan, yang meninjau langsung Bandara Dhoho, menyampaikan penilaian positif. Ia menyebut bandara ini layak dipakai untuk penerbangan umroh. “Alhamdulillah sangat bagus. Cukup layak untuk sebuah bandara internasional, baik untuk pemberangkatan jamaah haji maupun umroh,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa secara teknis Bandara Dhoho siap, tinggal memperkuat koordinasi antar-stakeholder.
Potensi jamaah dari Kediri Raya dan wilayah Mataraman dinilai sangat besar. Dengan kesiapan teknis dan minat maskapai yang terus menguat, peluang umroh langsung dari Kediri di awal 2026 semakin terbuka. “Harapan kami, umroh bisa terlaksana Januari atau Februari. Kami kejar jangan sampai harus menunggu musim tahun depan,” tutupnya.kin/mg










