Kediri – Wakil Ketua Pembina Anggota Muda Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Arumi Bachsin mengapresiasi program ketahanan pangan yang dikembangkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri.
Program tersebut menjadi salah satu contoh implementasi konsep pramuka produktif yang terus didorong Kwarda Jawa Timur.
Dalam kunjungannya ke Kantor Kwarcab Kota Kediri pada Rabu (3/6), Arumi meninjau langsung kawasan ketahanan pangan yang berada di belakang kantor. Di lahan tersebut, anggota Pramuka membudidayakan berbagai tanaman produktif seperti selada dan pakcoy, serta mengembangkan budidaya ikan lele.
Menurut Arumi, program ketahanan pangan bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anggota Pramuka.
“Program ini tujuan utamanya adalah membangun kegotongroyongan. Tidak hanya melalui program bedah rumah tidak layak huni, kami juga punya program ketahanan pangan. Di kantor Kwarcab ini sudah dibangun kawasan ketahanan pangan, ada budidaya lele dan tanaman-tanaman produktif yang bisa dirawat dan nantinya dinikmati oleh kakak-kakak Pramuka yang ada di sini,” ujarnya.
Ia menilai program tersebut mampu menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong di kalangan anggota Pramuka. Selain itu, generasi muda juga mendapat pengalaman langsung dalam mengelola sumber pangan dan memahami proses produksi yang selama ini sering kali tidak mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Arumi mengaku terkesan dengan kekompakan dan respons cepat Kwarcab Kota Kediri dalam mengembangkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat maupun anggota Pramuka.
“Saya senang dan berterima kasih kepada Ibu Wali Kota serta Kwarcab Kota Kediri yang responsnya luar biasa sigap dan kompak. Program-program seperti ini tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan produktivitas yang menjadi nilai utama dalam Gerakan Pramuka,” katanya.
Menurut Arumi, keberadaan kebun produktif dan budidaya lele di lingkungan Kwarcab dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program ketahanan pangan berbasis kepramukaan.
Ia berharap program tersebut terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas, baik bagi anggota Pramuka maupun masyarakat sekitar.
“Sekarang memang masih beberapa titik, tetapi saya yakin ke depan akan terus berkembang. Yang terpenting adalah dampaknya bisa dirasakan masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi anggota Pramuka untuk belajar produktif serta peduli terhadap lingkungan dan ketahanan pangan,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










