Kediri – Sejumlah korban arisan online mendatangi rumah terduga pelaku bernama Y dan memasang spanduk tuntutan pengembalian dana. Aksi tersebut dilakukan setelah arisan yang mereka ikuti diduga macet dan penyelenggara sulit dihubungi. Total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Salah satu korban, Sinta, mengaku awalnya tertarik mengikuti arisan karena mengenal sosok penyelenggara yang dinilai baik.
“Awalnya kenal, terus baik juga. Profilnya juga baik, ketemu juga baik-baik saja, terus akhirnya malah seperti ini,” ujar Sinta Kamis (25/6).
Arisan tersebut dijalankan secara online dengan beberapa pilihan nominal, di antaranya paket Rp9 juta dengan setoran Rp350 ribu per bulan, paket Rp15 juta dengan setoran Rp500 ribu per bulan, dan paket Rp35 juta dengan setoran Rp1 juta per bulan. Pengundian dilakukan satu bulan sekali melalui sistem daring.
Sinta mengaku mengikuti paket Rp35 juta dan telah menyetorkan uang sebanyak enam kali.
“Yang 35 itu sudah enam kali. Januari mulai ikut. Yang 35 itu Rp1 juta per bulan,” katanya.
Menurut para korban, kecurigaan mulai muncul ketika proses pengundian dan pencairan dana dinilai tidak transparan. Sejumlah anggota mempertanyakan nama-nama pemenang yang diumumkan dalam setiap putaran arisan.
“Teman-teman pada curiga kok arisannya ada yang janggal. Bukti transfernya nggak pernah dikasih. Cuma bilang sudah transfer gitu saja,” ungkapnya.
Dari hasil komunikasi antarpeserta, muncul dugaan bahwa nama yang diumumkan sebagai pemenang dalam beberapa putaran ternyata bukan anggota sebagaimana yang diketahui peserta.
“Yang menerima owner sendiri. Kayak jualan nama gitu loh, pakai nama palsu. Bilangnya, ‘oh selamat ya ini dapat’, tapi ternyata itu owner sendiri,” ujarnya.
Korban lainnya juga mulai mempertanyakan waktu pengundian yang tidak konsisten.
“Katanya setiap jam 12 puteran, tapi kok ada yang jam 9, ada yang jam 8 pagi. Mungkin teman-teman ngehnya di situ kalau ada yang tidak beres,” kata salah seorang peserta.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan para korban, jumlah peserta diduga mencapai ratusan orang bahkan sampai luar negeri. Banyak di antaranya mengikuti lebih dari satu grup arisan sehingga nilai kerugian yang dialami bervariasi, mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah per orang.
“Ada yang dari luar negeri juga itu ikut lima,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some









