Kediri – Pemerintah menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sebagai salah satu pusat penyaluran berbagai bantuan pemerintah kepada masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengatakan, ke depan penyaluran bantuan akan diarahkan melalui rekening masyarakat sehingga penerima bantuan dapat terdata dan dipantau dengan lebih baik.
Menurutnya, setiap penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas nantinya akan memiliki rekening perbankan yang digunakan untuk menerima berbagai bantuan pemerintah.
“Seluruh bantuan-bantuan ini nanti harus melalui rekening itu. Bantuan pangan, bantuan tunai, PKH, bantuan beras, apa saja,” kata Zulkifli saat berkunjung ke Kediri, Kamis (10/9).
Zulkifli mengatakan, sistem tersebut juga ditujukan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang memang berhak sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan.
Ia mencontohkan bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, dan SMA yang nantinya juga dapat disalurkan secara langsung kepada penerima.
Selain melalui rekening, pemerintah juga menyiapkan Kopdes sebagai bagian dari ekosistem penyaluran berbagai bantuan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Zulkifli menjelaskan, layanan BRILink nantinya juga akan dibuka di Kopdes. Dengan demikian, berbagai bantuan pemerintah yang disalurkan melalui rekening masyarakat dapat diakses melalui Kopdes.
“Koperasi Desa itu bukan supermarket. Dia instrumen pemerintah untuk menyalurkan bantuan-bantuan, termasuk alat-alat pertanian, termasuk pupuk, termasuk gas,” jelasnya.
Tak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan, Kopdes juga diarahkan menjadi off-taker atau pembeli hasil produksi masyarakat ketika harga komoditas berada di bawah standar.
Zulkifli mencontohkan hasil pertanian dan peternakan seperti gabah maupun telur. Ketika harga jatuh, koperasi diharapkan dapat membeli hasil produksi masyarakat sehingga petani dan peternak tidak mengalami kerugian terlalu besar.
“Koperasi yang akan beli. Kita ingin rakyat kita waktu panen tidak susah karena harganya jatuh,” ujarnya.
Dengan fungsi tersebut, pemerintah berharap Kopdes dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa, sekaligus memperkuat distribusi bantuan dan penyerapan hasil produksi masyarakat.
“Jadi nanti ada koperasi yang akan menjadikan perusahaan pemerintah, jadi pusat pertumbuhan ekonomi yang ada di desa,” pungkasnya.
