Kediri — Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., memperkuat sinergi dan komunikasi dengan awak media melalui kegiatan ngopi bareng di Marwah Tirta & Resto 3, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9).
Pertemuan yang dikemas santai tersebut menjadi ruang bertukar pandangan antara kepolisian dan media, khususnya terkait pemberitaan, pelayanan informasi hingga perkembangan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Kediri.
Sejumlah PJU Polres Kediri turut hadir dalam pertemuan tersebut. Sementara dari kalangan media, pembahasan juga menyinggung mekanisme konfirmasi, kebutuhan akses informasi yang cepat serta berbagai persoalan yang ditemui wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Ketua PWI Kediri Raya Bambang Iswahyoedi dan Ketua IJTI Korda Kediri Romi Duwi Juliandi menyoroti masih adanya pihak yang mengaku sebagai wartawan tanpa identitas maupun kompetensi jurnalistik yang jelas.
Keduanya mendorong verifikasi melalui organisasi pers resmi agar masyarakat dapat membedakan insan pers dengan pihak yang sekadar menggunakan label wartawan untuk kepentingan tertentu.
“Identitas maupun kompetensi pihak yang mengaku sebagai wartawan perlu diverifikasi melalui organisasi pers resmi. Ini penting agar masyarakat juga dapat membedakan insan pers dengan pihak yang hanya menggunakan label wartawan,” ujar Bambang.
Sementara itu, Antok, perwakilan Radio Andika, mengapresiasi keterbukaan Kapolres Kediri yang bersedia hadir dalam siaran dan berkomunikasi langsung dengan media.
Menurutnya, komunikasi semacam itu membantu wartawan memperoleh informasi yang lebih jelas sebelum diteruskan kepada masyarakat.
“Keterbukaan seperti ini membantu media memperoleh informasi yang lebih jelas ketika ada persoalan yang berkembang. Komunikasi langsung juga penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak simpang siur,” tuturnya.
Masukan tersebut mendapat respons positif dari Kapolres Kediri. AKBP Latif membuka ruang bagi awak media untuk menyampaikan kritik maupun saran, termasuk terkait pelayanan dan informasi kepolisian yang membutuhkan konfirmasi.
“Silakan sampaikan masukan maupun saran. Polres Kediri terbuka untuk berdiskusi, termasuk ketika ada informasi yang perlu dikonfirmasi. Komunikasi seperti ini penting agar informasi kepada masyarakat tetap jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata AKBP Latif.
Selain penguatan komunikasi dengan media, pembahasan juga menyentuh keamanan kawasan Kampung Inggris. Awak media menanyakan langkah kepolisian dalam menjaga kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas pendidikan dan ekonomi di Kabupaten Kediri tersebut.
AKBP Latif menjelaskan, pengamanan dilakukan melalui patroli rutin dan keberadaan Brigadir Kampung Inggris yang diperkuat konsep Sabuk Kamtibmas dengan melibatkan masyarakat.
Kapolres juga mengajak media turut mengenalkan layanan 110 sebagai kanal pengaduan yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam ketika membutuhkan bantuan kepolisian.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami juga mengajak rekan-rekan media membantu menyosialisasikan layanan 110 agar masyarakat semakin mudah menghubungi kepolisian ketika membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
