Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengandalkan Early Warning System (EWS) sebagai sistem peringatan dini untuk memantau potensi banjir, khususnya di wilayah rawan seperti Sungai Kedak, Kelurahan Bujel, Kota Kediri.
EWS tersebut berfungsi mendeteksi tinggi muka air sungai secara real time. Ketika ketinggian air mencapai ambang batas tertentu, sistem akan otomatis memberikan peringatan kepada petugas dan masyarakat. Jika tinggi air mencapai 3 meter, sirene akan berbunyi sebagai tanda status awas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, menjelaskan bahwa EWS Sungai Kedak dipilih karena secara historis wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam kerap terdampak banjir akibat luapan sungai.
“Lokasi ini paling strategis karena topografinya rawan banjir. Kalau di sini air sudah tinggi, maka wilayah lain di hilir harus lebih waspada,” ujar Joko saat dihubungi Kamis (29/1).
Selain EWS, BPBD juga memanfaatkan CCTV eksternal sebagai pendukung pemantauan kondisi sungai untuk memastikan apakah air benar-benar meluap atau tidak. Pemantauan bisa dilakukan langsung dari call center BPBD, termasuk komunikasi dua arah melalui speaker yang terpasang di lokasi.
Saat ini, Kota Kediri baru memiliki satu unit EWS, yang berada di Sungai Kedak sisi barat area makam Kelurahan Bujel. Ke depan, BPBD berencana menjadikan sistem ini sebagai pilot project dengan penambahan CCTV di beberapa titik rawan banjir lainnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









